WhatsApp Pertebal Keamanan Karena Spyware Pegasus

131

WhatsApp menambahkan sistem perlindungan baru guna mencegah serangan dai spyware Pegasus. WhatsApp mengungkapkan Pegasus merupakan serangan siber yang mengeksploitasi dengan sistem panggilan video serta mengirim malware ke smartphone pengguna.

Mengutip dari situs resmi WhatsApp, cara serangan spyware bukan hanya ditargetkan untuk pengguna yang menjawab panggilan yang diterima.

“Kami dengan sigap menambah perlindungan sistem dan akan adanya pembaruan ke WhatsApp, untuk menjaga keamanan pengguna,” tulis WhatsApp.

WhatsApp mengaku telah mengirim pesan kepada 1.400 pengguna yang diduga telah mendapatkan dampak dari serangan tersebut.

Para pakar keaman siber di Citizen Lab, yang berbasis di Universitas Munik School di Toronto, menyodorkan tawaran guna membantu WhatsApp untuk mempelajari lebih lanjut dampak serangan terhadap masyarakat.

Citizen Lab mengatakan Indonesia tidak terdaftar dalam 45 negara tersebut. Pegasus merupakan prdouk spyware yang dirancang untuk memata-matai kegiatan pengguna smartphone seperti SMS, data lokasi, email, riwayat browsing, serta panggilan telepon dan lainnya.

“Dalam hal ini, WhatsApp mengaku sangat memperhatikan privasi dan keamanan pengguna. Berbagai momen pribadi, Anda dibagikan di WhatsApp. Sebab, kami memberikan enkripsi secara transparan untuk semua pesan serta panggilan secara default,” tulis WhatsApp.

Cara kerja spyware buatan NSO grup, membuat infeksi melalui tautan email atau SMS. Selain hal itu, bisa menguping pembicaraan pengguna dengan menyalin data serta menghidupkan mikrofon pemilik smartphone.

WhatsApp serta perusahan induknya, Facebook menggugat NSO Grup sebagai pihak yang  menyebarkan malware ke dalam smartphone sekitar 1.400 pengguna di 45 negara.