WhatsApp Dibajak Spyware, Perusahaan Software Israel Digugat

111

Spyware dibuat oleh pelaku siber canggih yang menginfeksi ponsel yang ditargetkan. Software tersebut bisa digunakan untuk menyalin data bahkan menghidupkan mikrofon untuk mengubah telepon menjadi perangkat yang mendengarkan.

Spyware itu ditemukan ketika tim Whatsapp melakukan peningkatan keamanan tambahan panggilan suara. Para engineer menemukan bahwa orang yang ditargetkan untuk infeksi akan mendapatkan satu atau dua kali panggilan suara. Dalam proses menelepon, kode ini dikirimkan.

“Kami sangat khawatir dengan penyalahgunaan kapablitas semacam itu,” kata Whatsapp.

Namun sampai saat ini, belum diketahui berapa banyak orang yang terkena dampak spyware. Lebih lanjut, perusahaan Israel yang terkait dengan serangan tersebut masih dalam pengawasan.

Perangkat lunak NSO Group menghadapi gugatan dari LSM Hak Asasi Manusia Amnesty Internasional. Gugatan itu diajukan di Israel karena software digunakan untuk mengawasi Amnesty dan para pembela hak asasi manusia lainnya.

Namun, pelanggan NSO mengatakan bahwa software itu untuk mengawasi teroris dan memerangi kejahatan serius. Tetapi seranganWhatsapp menunjukkan bahwa perangkat lunak tersebut telah dilepaskan pada masyarakat biasa.

Tuntutan hukum tersebut menuntut agar lisensi Group NSO untuk mengeskpor perangkat lunak dicabut, untuk memastikan perangkat lunaknya tidak digunakan dengan cara kasar.