Ulat Berusia 44 Juta Tahun, Mungkinkah?

160

Pernahkah anda mendengar hewan mempunyai riwayat umur 44 juta tahun? Peneliti di Jerman, mengungkapkan bahwa adanya ulat yang berumur 44 juta tahun.

Para peneliti dari Zoologische Staatssammlung Muchen, menjelaskan bahwa ulat pertama dari jenisnya yang ditemukan di ambar Baltik. Menurutnya di laut Baltik dan Laut Utara, Ambar Baltik dapat ditemukan di sepanjang pantai tersebut.

Sementara wilayah penghasil ambar terbanyak selama berabad-abad adalah Tanjung Sambia atau Samland, serta pantai di sekitar Konigsberg di Prusia, yang sejak 1945 menjadi bagian dari Rusia.

Eogeometer Vadens merupakan larva yang berukuran 5-milimeter dari bagian keluarga kupu-kupi Geometridae, yang terdiri dari sekitar 23.000 spesies berbeda.

Para ilmuwan mengatakan ulat kecil itu kemungkinan terperangkap dalam setetes resin pohon, yang akhirnya mengeras menjadi ambar dan mengkonservasi struktur unik ulat itu selama jutaan tahun.

“Temuan ulat dalam ambar sangat langka, ini merupakan fosil kupu-kupu besar pertama yang ditemukan di ambar Baltik,” kata peneliti Axel Hausmann.

“Ini mungkin karena aktivitas nokturnal dari kebanyakan ulat,” tambahnya.

Hewan nokturnal adalah hewan yang aktif dimalam hari dan di siang hari dia tidur. Resin cenderung lebih dekat dengan cairan saat terkena sinar matahari langsung atau di siang hari.

Bukan seperti kebanyakan spesies kupu-kupu lainnya, ulat Geometridae hanya memiliki dua atau tiga pasang kaki, bukan lima pasang. Ini berarti mereka bergerak maju dengan gaya berjalan yang tidak biasa.

Para peneliti mengatakan fosil ini akan memberikan wawasan tentang proses evolusi selama periode Eosen (sekitar 34-56 juta tahun yang lalu).