Tukang Odong-Odong Tolak Tawaran Pemerintah Karena Gaji

119

Kedepannya akan ada peraturan larangan beroperasi, puluhan pengusaha odong-odong yang tergabung komunitas Angkutan Lingkungan Darma Wisata (Anglingdarma), mengungkapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2020 tidak setara dengan pendapatan usaha bulanan.

Pendapatan sebagai tukang odong-odong di Jakarta itu mencapai Rp 6 juta perbulan. Jadi mereka mendapatkan perhari kira-kira sekitar Rp 150 sampai Rp 200 ribu pendapatan bersih, itu kata pengusaha odong-odong.

“UMP tahun depan kalau tidak salah berkisar Rp 4,2 juta hingga Rp 4,6 juta, sementara pendapatan kami berkisaran Rp 6 juta perbulan,” kata Muhammad Yasin.

“Tarif odong-odong Rp 3.000 berkeliling kampung dengan waktu 30-60 menit dan per rit bisa mengangkut 18 penumpang,” katanya.

Yasin mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan sekitar 60-an anggota anglingdarma untuk bergabung dengan sejumlah perusahaan di bidang transportasi.

Tawaran itu disampaikan Dishub DKI kepada Komunitas Anglingdarma sebagai kompensasi atas rencana larangan operasional odong-odong di Jakarta.

“Saat ini masih taraf sosialisasi, ke depan rencananya kita akan dilarang operasional. Tapi ditawari bergabung ke Transjakarta, jadi supir bajaj, atau ke Jak Linko,” katanya.

Namun, pihak anglingdarma sejauh ini belum tertaring karena tawaran lebih rendah dari pendapatanya, yang dinilai tidak sesuai dengan pekerjaannya.

“Kami masih nyaman sebagai tukang odong-odong, tidak terikat jam kerja dan pendapatannya lebih besar dari UMP yang disodorkan pemerintah,” tegasnya.