Sebar Foto Potongan Tubuh Pelaku Bom Dilarang

105

Ledakan bom terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pelaku yang beridentitas diketahui bernama RMN salah satu warga Medan, Jl.Jangka, Sei Putih Barat Medan Petisah Sumatera Utara.

Menurut berbagai sumber, pelaku bom bunuh diri RMN masih berstatus pelajar atau mahasiswa. Melalui rekaman CCTV Polrestabes Medan, pelaku mengenakan atribut salah satu ojek online.

Ledakan bom terjadi pada pukul 08.45 WIB, pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan keadaan tubuh yang berserakan akibat ledakan tersebut. Motif pelaku pun belum jelas, yang saat ini sedang dilaksanakan penyidikan.

Terpantau diberbagai media sosial, yang menyebarkan foto tubuh pelaku bahkan sampai mengirim foto tersebut secara berantai. Sebenarnya tindak seperti itu berpotensi melanggar hukum.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu pernah mengatakan kepada kominfo agar masyarakat tidak melakukan penyebaran kontent berupa foto tersebut. Kedepannya akan memberikan oksigen untuk aksi kekerasan bahkan bisa membuat ketakutan masyarakat.

Konten berupa foto dan video yang mengandung kekerasan akan ditindak pidana dengan pasal berikut:

Pasal 29
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.

Pasal 45B
Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

“Setiap orang yang sengaja menyebar luaskan dengan sengaja tanpa memiliki hak mengirim informasi elektronik dan dokumen yang berisi ancaman kekerasan atau secara langsung menakut-nakuti, akan dikenakan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda sebesar Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta)”.