Petani Cianjur Budidayakan Jagung Pelangi, Gimana Budidayanya?

16005

Luki Lukmanulhakim (45) petani asal Kp. Lebak Saat, Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat membudidayakan jagung pelangi.

Jagung pelangi berbeda dengan jagung pada umunya yang berwarna kuning. Jagung pelangi memiliki warna-warni hingga 12.

Ide jagung pelangi milik Luki berawal dari hobbynya mengoleksi plasma nutflah salah satunya dari jagung. Awalnya, Luki membeli benih jagung online dengan 4 varian berwarna merah, ungu, hitam, putih. Karena penasaran, Luki menanam benih itu dengan silang campur. Dari hasil silang campur, akhirnya menghasilkan jagung pelangi.

Jagung pelangi terbilang lebih mudah dibandingkan jagung pada umunya, karena masa tanam yang relatif pendek.

“Kalau jagung biasa panen sekita 3-4 bulan, tapi jagung pelangi dua bulan sudah bisa panen,” kata Luki. Namun, jagung pelangi memiliki harga ekonomis yang tinggi.

“Harganya cukup tinggi. Perbandingan per kilogram ditingkat petani mencapai Rp. 9.000, sementara jagung biasanya hanyas ekitaran Rp 2.000 per kilogram. Apalagi kalau di jual dalam bentuk benih, perbutir harganya Rp 500,” jelas Luki.

Jagung pelangi memiliki kandungan gizi yang tinggi dan sangat baik bagi kesehatan.