Penyelam Temukan Harta Karun Peninggalan Lord Elgin Di Yunani

121

Penemuan harta karun kuno milik Lord Elgin, ditemukan disebuah Pulau Kthira. Penemuan tersebut akan dipublikasikan dalam Geek Ministry of Culture pada 22 Oktober 2019.

Lord Elgin adalah salah satu tokoh kontroversial dalam sejarah kolonis Inggris. Ia berperan untuk bertanggung jawab atas menghilangnya patung marmer Yunani kuno dari Parthenon di Athena, harta tak ternilai hingga saat ini di berada di British Museum.

Mengutip dari laman Kumparan, Pada awal abad ke-19, kapal milik Lord Elgin bernama Mentor, diketahui kapal tersebut mengangkut beberapa patung marmer berharga dari Yunani ke Inggris.

Namun, dalam perjalanan mengalami kejadian yang tidak diinginkan pada September 1802, kapal tenggelam usai menabrak batu di Pulau Kthira, Yunani.

Untungnya setelah kecelakaan, sebagian hartanya berhasil diselamatkan. Dua dekade berlalu, para arkeolog kelautan mengunjungi kapal tersebut untuk melakukan penelitian.

Mereka yang akan melakukan penelitian, justru menemukan harta karun yang masih tersangkut di antara puing-puing kapal.

Dalam penemuannya, penyelam berhasil meraup beberapa barang berharga dari kapal, seperti cincin emas yang berdesain bunga, sepasang anting, kompas kayu, amphora anggur, tiga buah catur, dan berbagai benda yang terbuat dari kayu dan tulang.

Sayangnya Mereka tidak menemukan Parthenon yang hilang, Parthenon adalah kuil yang dibangun di Athena sekitar 2.000 tahun lalu.

Menurut salah seorang yang menceritakan kembali kisah tersebut, Lord Elgin mencuri banyak patung marmer dari Parthenon pada abad ke-19, dengan maksud untuk menggunakannya sebagai hiasan rumah pribadinya di Skotlandia.

Namun, rencana itu batal saat perceraian mengancamnya dengan masalah keuangan. Lord Elgin akhirnya menjual beberapa patung marmer kepada pemerintah Inggris seharga 35.000 euro atau setara dengan Rp 546 juta.

Ada juga yang mengisahkan bahwa Lord Elgin dengan baik hati membawa patung-patung marmer itu ke Inggris dengan maksud untuk melestarikannya.

Adapun patung marmer tersebut diangkut dari Yunani ke Inggris antara 1801 dan 1812 oleh banyak kapal, termasuk kapal Mentor, yang baru-baru ini digali di dekat Kthira.

Pemerintah Yunani sebenarnya sudah sering meminta Inggris untuk mengembalikan barang-barang antik itu kembali ke negaranya. Namun museum Inggris selalu menolak permintaan tersebut.

Museum mempertahankan kepemilikannya dengan alasan mereka mendapatkan benda-benda itu dengan legal, adil, dan di atas perjanjian yang sah.

Mereka juga berdalih bahwa patung-patung ini tidak akan mungkin dikembalikan ke Parthenon dengan alasan keamanan yang rentan. Dalam upaya mengakhiri kebuntuan, Yunani baru-baru ini menawarkan untuk meminjamkan harta baru ke Museum Inggris.

Tetapi dengan syarat dapat meminjam patung-patung marmer Parthenon pada 2021, di mana mereka memperingati kemerdekaan Yunani yang ke-200. Namun, hingga saat ini, belum jelas bagaimana kelanjutan ihwal kesepakatan tersebut.