Pegangan Tangan Mengurangi Rasa Sakit, Ini Alasannya

108

Pegangan tangan ternyata mengurangi rasa sakit mulai, menurut penilitian terbaru mengatakan jika sentuhan tangan bisa membantu mengurangi rasa sakit.

Hal tersebut dikemukakan oleh para peneliti dari Universitas Haifa di Israel dalam pertemuan Society for Neuroscience minggu lalu di Chicago.

“Kita semua tahu bahwa berpegangan tangan penting untuk dukungan sosial, tetapi di sini kami menunjukkan mekanisme otak untuk efek ini,” ujar Simone Shamay-Tsoory psikologi di Universitas Haifa.

“Kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa gelombang otak disinkronkan selama berpegangan tangan dan dukungan ini efektif untuk mengurangi rasa sakit,” terangnya.

Simone dan timnya telah melakukan studi tentang masalah ini selama bertahun-tahun. Pertama, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2016 di American Pain Society’s Journal of Pain, para peneliti membandingkan efek sentuhan, baik dari orang yang dicintai maupun orang asing dan empati pada tingkat rasa sakit.

Mereka menemukan bahwa ketika orang yang dicintai pegangan tangan, tingkat rasa sakit berkurang. Sebaliknya, jika dilakukan dengan orang asing, itu tidak berpengaruh.

Kemudian, pada tahun 2018, mereka menindaklanjuti penemuan itu dan menggunakan pemindaian EEG untuk mengukur sinyal otak pasangan sambil memegang tangan ketika salah satunya sedang kesakitan.

Kali ini, seperti yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, gelombang otak pasangan tersinkronisasi.

Juulia Suvilehto, seorang peneliti di Universitas Linköping di Swedia, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan sentuhan fisik memang menurunkan respons tubuh terhadap stres. Secara teoritis, hal ini dapat mengurangi rasa sakit juga.

Namun tetap saja, jangan berharap dengan berpegangan tangan bisa menyingkirkan rasa sakit itu dalam jangka panjang, Perlu pemeriksaan lanjutan untuk menemukan penyebab sakit.