Pak Menteri, Tolong Lebih Hargai Guru

164

Muhadjir Effendy  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mendulang kotroversi lewat perkataannya yang dianggap menyakitkan propesi guru.

Dalam acara Peringatan Hari Guru Internasional  di gedung Kemendikbud, Muhadjir mengeluarkan pidato terkait sera-serbi propesi guru dalam acara bertajub “Guru Milenial, Sebuah propesi masa depan”.

Ada sebuah ungkapan yang tidak layak diucapkan, di negeri ini kehidupan guru jauh dari kata “Layak”. Honor mereka tidak sebanding dengan memberikan pelajaran untuk anak-anak muridnya.

Pak, tolong, bukannya kami tidak ingin masuk surga, tapi apakah sudah tidak ada cara lain agar profesi kami ini bisa lebih dihargai?

Mungkin orang berpendapat menjadi guru itu mudah, sangat salah besar. Justru guru menanggung tanggung jawab yang besar, karena guru sangat turut andil atas anak didik membentuk karakter. Kepribadian dan moral para anak didiknya.

Sudah bukan rahasia umum, jika pendapatan guru sangatlah rendah. Apalagi jika dibandingkan jasa mereka yang tulus memberikan ilmu kepada generasi muda. Bukan seperti bidang bergengsi diluar sana, bahkan gajihnya berjuta-juta.

Mirisnya untuk propesi guru terkadang hanya menerima penghasilan ratusan ribu perbulan, bahkan untuk guru Honorer yang diluar-luar daerah terkadang menerima penghasilan per tiga bulan.

Percayalah, propesi guru sangatlah membutuhkan perjuangan untuk mendidik muridnya, apalagi jika berada diluar daerah yang harus melewati medan untuk sampai ditempat mengabdi. Apakah dengan fakta yang ada tidak sedikitpun mengetuk hati para petinggi.

Mungkin saat masih kecil banyak bercita-cita menjadi guru adalah impian banyak anak. Namun sekarang justru sekarang kemungkinan kecil ada dibiodata anak masa kini.

Pernyataan Mendikbud mungkin tidak dibilang kategori yang salah, mengingat ilmu yang sudah di ajarkan menjadi amal jariah. Namun, bukan berarti pemerintah mengalihkan tanggung jawab atas jasa guru untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Bagaimanapun propesi guru berhak atas kehidupannya.