Negara Akan Sita dan Lelang Hasil Selundupan Direktur Garuda Ari Ashkara

283
Skandal Garuda, Penyelundupan Suku Cadang Motor Harley Davidson
Skandal Garuda, Penyelundupan Suku Cadang Motor Harley Davidson

Negara merampas hasil selundupan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra (Ari Ashkara) berupa Motor Harley-Davidson. Dari hasil perampasan tersebut nantinya motor tersebut akan dilelang.

Pernyataan tentang selundupan dibenarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Motor Harley-Davidson jenis FLH Electra Glide Shovelhead, yang dikirim dari Prancis ke Indonesia melalui pesawat Garuda Indonesia.

Deni Surjantoro selaku Bea Cukai Kementerian Keuangan mengatakan bahwa motor yang dirampah negara akan menjadi simpanan kolektor dan memiliki berbagai opsi di masa depan, salah satunya menjadi pelelangan.

“Jika barang yang sudah dikuasai negara, itu bisa diapakan saja. Seperti contoh, bisa dilelang bahkan dimusnahkan kalau sampah re-eksport, tapi biasanya kendaraan itu dilelang,” kata Deni.

Negara berhak merampas barang ilegal dan negara juga mempunyai aturan bahwa hasil rampasan itu akan dihibahkan untuk negara.

Pengelolaan barang rampasan ini tertuang melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 03/PMK 06 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Barang Rampasan Negara dan Barang Gratifikasi.

“Memang ada ketentuan hibah, namun tidak ada yang sampai dihibahkan,” katanya. Pelelangan barang selundupan itu akan dilakukan jika kasus penyelunduan sudah inkrah atau punya putusan berkekuatan hukum pengadilan negeri, pelelangan sendiri akan dikawal Kantor Lelang Negara.

“Tapi ya ini tergantung selesainya kasus apa sudah inkrah kah. Jadi ya dari barang dikuasai negara (BDN) menjadi barang milik negara (BMN),” ungkap Deni.

Memang selundupan Ari tergolong sangat langka dan pastinya akan menjadi inceran kolektor, karena FLH Electra Glide Shovelhead merupakan produk lawas yang berasal dari Amerika Serikat.

Pastinya para penggemar motor Harley menginginkannya, motor yang diduga keluaran tahun 1970-an tersebut, terbilang “gelap” atau suka-suka pemilik. Tapi diprediksi harga sekitar Rp300 juta hingga Rp1 miliar.