Narapidana Perempuan Besarkan Anak di Dalam Penjara

122

Sebanyak 12 anak dibawah usia terpaksa tumbuh di penjara karena ibunya yang menjadi narapidana. Hal ini terjadi di Lapas Perempuan Malang, Jawa Timur.

Ruang ibu dan anak yang terletak di satu blok hanya memiliki daya tampung 10 anak. Namun sekarang terdapat 12 anak yang berada di lapas itu.

Kepala Lapas Kelas IIA Malang, Ika Yusanti, mengatakan pihaknya sudah meratifikasi peraturan internasional dengan menempatkan ibu dan anak di ruang khusus di salah satu blok yang lokasinya berdekatan dengan poliklinik. Sehingga jika ada kebutuhan pelayanan kesehatan yang mendesak, mereka segera bisa ditangani.

Berdasar pemantauan yang dilakukan Komnas Perempuan, belum sepenuhnya pemenuhan kebutuhan khusus ini terpenuhi karena banyaknya keterbatasan.

Misalnya, pelayanan kesehatan tidak selamanya tersedia di setiap lapas, sehingga fasilitas-fasilitas yang lain juga masih digabung dengan pelayanan umum.

Kepala Lapas Kelas IIA Malang, Ika Yusanti, mengatakan saat ini Lapas Perempuan Kelas IIA Malang yang berdaya tampung 164 orang, diisi 668 orang, atau lima kali lipat dari kapasitas.

“Memang tidak semuanya warga Malang, warga Malang itu kisaran hanya 150an, tapi karena ini satu-satunya lapas perempuan di Jawa Timur maka penghuni kami adalah rujukan lapas-lapas yang ada di Jawa Timur,” ujar Ika.

Kementerian Hukum dan HAM mencatat, saat ini ada 67 ‘anak bawaan’ yang tersebar di seluruh Indonesia.