Modal Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Lebih Mahal!

114

Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTs), guna mengurangi sampah di Kota Makasar. Justru Wakil Presiden HM Jusuf Kalla memberi pandangan beda.

“Kita harapkan Makassar menjadi kota yang bersih. Kalau masalahnya soal sampah, ini kan sebaiknya dijadikan kompos. Banyak yang berpikir untuk menjadikan listrik, tapi listriknya mahal. Tidak pernah bisa feasible. Yang feasible itu ketika menjadi pupuk,” ujar Jusuf Kalla.

Saat ini, Ketua PMI dalam agenda silaturahim tersebut, menanggapi rencana pembangunan PLTs di Makassar. 

Justru ia menilai bahwa pembuatan pupuk kompos jauh lebih murah di bandingkan Pembangkit Tenaga Listrik yang akan rumit.

“Dibuat kompos itu biayanya jauh lebih murah, daripada dibuat jadi pembangkit listrik. Kompos lebih bisa berhasil. Di negara lain pun jarang bisa berhasil karena mahal. Lebih baik bikin kompos kemudian listriknya kita beli dengan harga lima sen, tujuh sen. Daripada beli listrik sampah 15 sen itu kemahalan,” paparnya.

Mantan menteri bidang ekonomi ini menyatakan bahwa mustahil kota sebesar Makassar ini bisa menghasilkan listrik melalui sampah, karena jarang negara lain berhasil.

Menurutnya, lebih mudah membuat pupuk kompos ketimbang Pembangkit Tenaga Listrik Sampah yang mahal.

Namun pendapat Wali Kota Makassar M Iqbal Samad Suhaeb, mengatakan pemerintah harus menyediakan pembangkit listrik di pembuangan sampah akhir (TPA)

Sampai saat ini, volume sampah di TPA mencapai 10 ton per hari. Mungkin harus ada solusi untuk mengatasi sampah di kota Makassar saat ini jadi sorotan.