Mitos Soal Baterai Smartphone Kamu

119

Gadget yang hampir tidak pernah meninggalkan tangan kita ini sudah seperti magic wandnya Harry Potter. Lah, ga percaya?

Mau ngomong ama orang lain tapi jaraknya jauh? Telpon!
Mau tidur tapi takut kebablasan? Pasang alarm!
Mau eksis di dunia maya? Buka medsos!
Mau apalagi?

Tapi bedanya ama tongkat sihir si HarPot yang ini kudu dicharge.

Nah, uda banyak nih berita-berita palsu (mitos, atau biar keren hoax) soal baterai smartphone yang menyesatkan.

Coba cek sendiri kamu uda tersesat sampai mana?

1. Smartphone yang Dicolok Semalaman Untuk Mengisi Daya Akan Merusaknya

Ini salah satu yang sering kita dengar. Yah, ada benarnya tapi tidak 100% benar.

Menyoloknya semalaman hanya akan membuat umur baterai memendek.

Pada kenyataannya kalau kamu tetap mengisi daya setelah tingkat baterai mencapai 100%, arus akan diputus dan akan mengalir kembali setelah baterai punya ruang kosong untuk diisi.

Gagasan ini mulanya dari zaman ketika baterai masih terbuat dari nikel-cadmium yang akan menjadi terlalu panas jika diisi terlalu lama setelah mencapai pengisian 100%.

Ini tidak hanya merusak daya tahan baterai, tetapi juga menghambat kinerja perangkat secara keseluruhan.

Namun, smartphone modern dilengkapi dengan baterai lithium-ion yang jauh lebih baik daripada baterai berbasis nikel.

Baterai ini dapat secara bertahap mengurangi jumlah arus saat ponsel terisi.

Namun, tetap saja umur mereka dipengaruhi oleh pengisian baterai yang terus menerus setelah mencapai tanda pengisian penuh.

2. Kondisi Terbaik Mengisi daya Baterai adalah Ketika Benar-Benar Kosong

Secara teoritis, sweet spotnya adalah 50% karena pada kondisi ini separuh ion litium bergerak dalam lapisan oksida kobalt lithium, sedangkan setengah lainnya berada di lapisan grafit.

Untuk memastikan masa pakai baterai yang lama dan sehat, isi baterai antara 20 hingga 80 persen.

Dengan cara ini kamu akan mencegah ion litium dari masuk ke dalam lapisan lain, agar baterai tidak menggembung.

3. Selalu Gunakan Charger Resmi

Smartphone kamu tetap aman kalau memiliki pengisi daya yang tidak sama dengan merek smartphone kamu tapi berasal dari merek terkemuka (yang kalau bisa voltasenya sama).

Ada beberapa pengecualian misalnya, untuk kabel USB-C, karena beberapa pengisi daya tidak resmi mungkin tidak memungkinkan pengisian cepat yang didukung oleh smartphone.

4. Baterai Berkinerja Buruk di Cuaca Dingin

Yang terjadi justru sebaliknya. Menggunakan baterai kamu di suhu yang lebih dingin jauh lebih baik untuk umur baterai daripada menggunakannya pada suhu tinggi.

Aturan utama yang harus kamu patuhi untuk umur baterai panjang adalah kamu harus menghindari baterai menjadi terlalu panas.

Ini menjadi sangat penting ketika pengisian baterai.

Saat kamu mengoperasikan atau mengisi baterai telepon, baterai akan memanas.

Alasan adalah karena elektrolit cair yang mengisi celah antara lithium oksida kobalt dan lapisan grafit mulai rusak pada suhu yang tinggi.

Untuk mencegahnya ada baiknya berhenti menggunakan smartphone ketika mengisi daya.

5. Pasang Aplikasi Penghemat Baterai untuk Menghemat Baterai

Kalau yang satu ini pasti masih banyak yang percaya!

Sekarang operating system telah menjadi jauh lebih pintar dalam mengelola sumber dayanya dengan optimal.

Hal ini yang membuat peran aplikasi penghemat baterai ini jadi berkurang.

Bahkan faktanya, sebagian besar aplikasi seperti ini justru menyedot lebih banyak sumber daya daripada yang dihemat.

Jadi, udah tersesat sampai mana, guys?