Mitos Dalam Film yang Dianggap Kenyataan

108

Terkadang, sulit bagi kita untuk memisahkan fakta dan fiksi ketika kita menyaksikannya di televisi atau bioskop.

Bisnis film dipenuhi dengan ketidakakuratan, karena yang mereka sajikan memang harus sesuai dengan keinginan penonton – bukan kenyataan murni.

Oleh karena hal itu, mari kita gali beberapa mitos film yang mungkin kamu anggap benar.

1. Matahari Berwarna Kuning

Ini sudah seperti yang kebenaran umum yang diajarkan kepada kita di sekolah pada usia yang sangat dini.

Mungkin karena ini sebabnya matahari digambarkan berwarna kuning di dalam film.

Matahari sebenarnya bukan berwarna kuning, atmosfer bumi yang membuatnya seperti itu.

Jika kamu melihat matahari dari luar angkasa, kamu bakal setuju kalau matahari berwarna putih.

Masih belum percaya?

Kalau begitu coba jawab pertanyaan ini:
Apa warna salju?

Kalau salju berwarna kuning, berarti ya, matahari berwarna kuning.

2. Peredam (silencer) membuat suara tembakan menjadi tanpa suara

Coba bayangkan adegan dimana protagonis baru saja menyusup ke dalam markas penjahat dan dia harus membunuh setiap musuh yang ada di dalam, tetapi dia harus melakukannya dengan diam-diam!

Misi sembunyi-sembunyi semacam ini biasanya menggunakan pistol yang dilengkapi dengan peredam suara, sehingga setiap pembunuhan berhasil dilakukan tanpa suara.

Masalahnya adlaah suara yang diredam tidak akan sesenyap itu!

Peluru biasanya memecahkan lempengan pembatas mesiu yang akan dihentakkan dengan cepat oleh pelatuk ketika ditembakkan.

Tidak mungkin suara seperti itu akan bisa luput oleh orang jahat (di markas sendiri, penjahat harus selalu siaga, kan?).

3. Pesawat ruang angkasa tidak dapat menghindar dari sabuk asteroid

Kita tahu bahwa terdapat sabuk asteroid di antara orbit Mars dan Jupiter.

Sangat banyak film yang menggambarkan asteroid ini sebagai jebakan maut karena masalah ketidakmampuan pesawat menghindari asteroid ini karena kerapatan jarak antar asteroid.

Tetapi pada kenyataannya, mereka cukup mudah untuk dihindari.

Hal ini dikarenakan jarak antar asteroid di sabuk itu kira-kira 600.000 Mil atau sekitar 965.606 Km.

Sebagai pembanding, keliling planet bumi adalah 24.901 Mil atau setara 40.074 Km

4. Sinar Laser memiliki warna yang berbeda

Di sebagian besar film fiksi ilmiah, senjata protagonisnya adalah laser. Mungkin tidak ada masalah dengan itu.

Namun, yang menjadi masalah adalah cara film menggambarkan laser-laser itu.

Warna sinar laser hanya bergantung pada medium yang dilaluinya, yang mengandung partikel debu dan molekul udara.

Kebanyakan sinar laser tidak akan terlihat ketika ditembak di ruang angkasa, karena tidak ada partikel di jalurnya yang dapat memantulkannya!

5. T. Rex tidak bisa melihat benda yang tidak bergerak

Satu-satunya strategi bertahan hidup yang diketahui sebagian besar penonton bioskop tentang T. Rex adalah tidak bergerak dan berharap dinosaurus itu mengabaikan kamu.

Sayangnya, strategi ini hanya akan berakhir dengan kamu yang menjadi makanan T.Rex.

Tyrannosaurus Rex atau yang biasa disingkat T-Rex, sebenarnya memiliki penglihatan yang fenomenal dan bisa melihat benda sejauh 6 kilometer.

Kejernihan penglihatan mereka 13 kali lebih baik daripada manusia, yang membuat mereka menjadi predator ganas yang bisa mengamati detail terkecil di lingkungan mereka, apalagi cuma manusia

Bahkan seandainya (seandainya, nih!) kamu bisa lolos dari penglihatan mereka, mereka pasti dapat mencium kamu.

Dengan kata lain tidak ada yang bisa lolos dari T. Rex.

6. Meteor terbakar ketika mencapai daratan (bumi)

Meteor telah melakukan perjalanan yang jauh melalui ruang angkasa selama jutaan tahun.

Oleh karena itu suhunya sangat dingin. Ketika mereka mulai masuk ke atmosfer kita, mereka akan bergesekan dengan atmosfer sehingga bagian luarnya mulai memanas dan jika meteor berukuran cukup kecil, kemungkinan besar akan terbakar habis di atmosfer.

Namun, meteor dalam film biasanya berukuran besar (istilahnya apokaliptik). Meteor yang berukuran besar tidak akan terbakar habis di atmosfer dan akan mencapai lempengan bumi.

Ketika sampai di tanah, suhunya hanya akan berada sedikit di atas suhu sekitarnya (ingat bahwa mereka punya suhu sangat dingin).

Pada akhirnya meteor yang jatuh akan seperti batu beku.

7. Bulan memiliki sisi gelap

Bulan memang terkunci dengan Bumi (tidal lock), mengapa bisa tidal lock?

Karena bulan berputar dalam waktu yang sama persis dengan waktu yang dibutuhkannya untuk mengorbit Bumi. Di dunia nyata, semua benda yang berputar dan mengelilingi sesuatu ingin mencapai kondisi ini.

Kembali ke bulan, ini berarti bahwa hanya satu sisi yang menghadap ke Bumi setiap saat.

Akan tetapi, fakta bahwa bulan memiliki sisi gelap adalah salah, karena kita hanya melihatnya bersinar ketika menghadap kita pada saat gelap (malam).

Faktanya, kedua belahan bulan diterangi dalam jumlah waktu yang sama.

Sekitar 41% permukaan bulan tersembunyi selamanya dari kita dan bagian ini yang sering disalahartikan sebagai ‘sisi gelap’.

Gimana, berapa banyak yang kamu tahu sebelum membaca artikel ini?