The Doctor Tetap Penting di MotoGP, Walau Performanya Menurun

111

Meski sudah termakan usia, Valentino Rossi masih menjadi icon dalam MotoGP. Dalam mengawali karir, ia kerap menjadi pembalap top, dari era 90-an karier balap Grand Prix. Valentino Rossi mempunyai aura tersendiri hingga sampai saat ini

Pembalap berusia 40 tahun ini, mempunyai peran besar dalam perkembangan MotoGP. Terdengarkabar beredar soal kemunduran Valentino Rossi terkait dengan performa yang menurun.

Beberapa menyebut jika Rossi sulit bersinar karena munculnya para rider muda. Adapula yang berpendapat jika The Doctor mengalami masalah dengan motor yang ditunggangi Yamaha YZR-M1.

Memang belakang ini, Rossi selalu mengeluh dengan grip yang lemah atau cangkram ban belakang yang saat ini menjadi problem. Hal tersebut, diperkirakan menjadi sebab tidak maksimalnya The Doctor pada balapan.

Menurut Loris Reggiani, pembalap yang berjaya pada era 1990-an. Mempunyai pendapat yang berbeda soal kemunduran Valentino Rossi, kendati tidak menyebut soal alasan kemunduran The Doctor, Ia melihat kompetisi MotoGP 2019 sebagai permulaan akhir karier Rossi.

Mengutip dari laman Tuttomotoriweb, “Saya melihat bahwa akhir karier Rossi sudah dimulai, ditunjukkan dengan penurunan performa yang cukup tajam,” ujar Reggiani.

Namun, Reggiani tak lantas menyimpulkan bahwa jalan Rossi sudah habis. Menurutnya, The Doctor masih belum kehilangan kualitasnya yang sesungguhnya.

“Dia masih bisa bersinar di beberapa seri balapan, seperti di Sepang (MotoGP Malaysia). Kalau saja dia bisa start dari posisi yang lebih bagus, mungkin dia bisa meraih podium,” imbuhnya. “Namun, saya rasa dia tidak akan bisa menjadi juara dunia lagi,” kata Reggiani lagi.

Selain itu ia juga mengapresiasi betapa besarnya pengaruh Valentino Rossi pada ajang balap motor paling bergengsi di dunia tersebut.

“Adalah sebuah kesalahan jika kita tidak melihat Rossi yang kompetitif di ajang ini (MotoGP),” tuturnya.