Menurut Penelitian, Orang Yang Suka Menyendiri Lebih Cerdas Daripada Yang Lain

122

Kita terbiasa dengan fakta bahwa koneksi sosial membuat kita lebih bahagia, berinteraksi dengan teman membawa sukacita dan makna dalam hidup kita, dan semakin kita berkomunikasi dengan orang, semakin baik pula perasaan kita tentang diri kita sendiri.

Penemuan mengejutkan ini telah dibuat oleh para ilmuwan yang telah mereka buktikan dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology.

Peneliti Norman Li dan Satoshi Kanazawa melakukan survei yang mengukur kepuasan hidup, kecerdasan, dan kesehatan. Setelah menganalisis tanggapan 15.000 orang, mereka menemukan teori kebahagiaan sabana. Hal itu menunjukkan bahwa cara kita menikmati kehidupan didasarkan pada pengalaman nenek moyang kita.

Penelitian mereka didasarkan pada 2 faktor yang khas pada kehidupan modern:

  • kepadatan penduduk
  • frekuensi komunikasi dengan teman

Menurut penulis, orang yang kurang cerdas lebih banyak dipengaruhi oleh teori savanna, daripada orang yang sangat cerdas.

Mereka juga mencatat bahwa orang yang benar-benar pintar lebih suka daerah perkotaan, sedangkan orang yang kurang pintar lebih suka tinggal di lingkungan pedesaan. Ini terkait dengan gagasan bahwa terlepas dari kenyataan bahwa ada kepadatan populasi yang tinggi, orang-orang berinteraksi satu sama lain lebih sedikit daripada di daerah pedesaan.

“Secara umum, kaum urban memiliki kecerdasan rata-rata yang lebih tinggi daripada penduduk pedesaan, mungkin karena individu yang lebih cerdas lebih mampu hidup dalam lingkungan ‘tidak alami’ dengan kepadatan populasi yang tinggi,” kata Kanazawa.

Nenek moyang kita dulu sering berhubungan dengan teman-temannya karena itu diperlukan untuk bertahan hidup. Tetapi bagi orang yang lebih cerdas, pendekatan individual untuk memecahkan masalah lebih penting. Dengan demikian, mereka tidak diuntungkan oleh persahabatan dan sebagai hasilnya, mereka kurang mencari persahabatan.

“Secara umum, individu yang lebih cerdas cenderung memiliki preferensi dan nilai ‘tidak alami’ yang tidak dimiliki leluhur kita,” kata Kanazawa.

Jika kamu menikmati menghabiskan waktu bersama teman-temanmu, bukan berarti kamu tidak terlalu pintar. Yang lebih penting untuk dipahami adalah bahwa jika kamu cenderung menghabiskan waktu sendirian, itu tidak membuatmu menjadi penyendiri. Kamu baru saja dilahirkan dengan cara ini dan itu sangat normal.

Para peneliti menyimpulkan bahwa lebih banyak orang cerdas kurang bahagia ketika mereka sering bersosialisasi dengan temannya.