Menristek Mengamati Pemuda Perakit Helikopter

120

Seorang pemuda asal Sukabumi, Jawa Barat, bernama Junjun mampu menciptakan Helikopter. Terkait hal tersebut, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) atau Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro langsung mengingatkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) untuk meninjau helikopter tersebut.

“Nanti kita melihat, inovasi tentunya kita akan sambut baik. Tapi agar inovasi berlanjut, kita akan mengadak uji coba terlebih dahulum,” ujar Bambang di Hotel Sari Pasific.

Helikopter Jujun lulusan SMK ditargetkan akhir tahun 2019 ini bisa mengudara, bermodal mesin genset dua silinder 700 cc.

Dirinya sangat bersemangat karena respon publik yang mendukungnya menyelesaikan helikopter yang dibangun sejak Agustus 2018. Bahkan perakit helikopter baling-baling dobel ini menjadi viral di media sosial sejak tahun lalu.

“Pastinya harus dilakukan pengujian di laboratorium, agar mendapatkan serfitikasi. Jadinya inovasi tersebut benar-benar menjadi produk yang layak di masyarakat,” kata Bambang.

Jujun member nama Gardes JN 77 GM, untuk helikopter yang dirakitnya. Keseriusan Jujun yang sangat mendalam sehingga berniat untuk bisa menerbangkan helikopter ditengah aktivitasnya.

Sampai saat ini Gardes JN 77 GM sudah 80 persen pengerjaannya, Jujun tengah memasang penyalur tenaga dari mesin ke baling-baling. Untuk mesin cadangan sendiri sudah terpasang, sebagai antisipasi jika mesin utama bermasalah, jadi helikopter masih punya tenaga mesin dari cadangan untuk mendarat.

Recananya Bambang akan menugaskan timnya untuk melihat hasil karya Jujun.

“Ya, saya akan menugaskan tim, untuk ditugaskan memperhatikan dan mengamati hasil inovasi tersebut bisa dikembangkan,” tulis Bambang.

Jujun mengaku akan melakukan tes di lokasi perkebunan milik keluarganya yang berada di bawah pemukiman Kampung Cibubuay yang jauh dari rumah penduduk.

“Helikopter ini memiliki system bongkar pasang, untuk proses pengangkutannya sebenarnya tidak rumit. Namun, butuh waktu untuk bongkar dan pasang kembali,” ungakp Jujun.

Keseluruhan helikopter sampai saat ini sudah dalam kondisi siap tes terbang. Badan dan mesin helikopter sudah terpasang, termasuk dengan tempat duduk pilot yang sebelumnya masih memakai kursi mainan, saat ini sudah diganti menjadi baja ringan.

Dirinya mengharapkan untuk kehadiran ahli teknologi pesawat di Indonesia yang menyaksikan sekaligus member masukan untuk Gardes JN 77 GM sebelum di uji terbang.

“Saya seharusnya diberikan saran langsung oleh ahli konstruksi pesawat dan helikopter guna terciptanya kesempurnaan dari JN 77 ini,” kata Jujun.