Lagu Seventeen ‘Kemarin’ Akan Di Abadikan Menjadi Sebuah Film

117

Sejak kejadian tsunami di Selat Sunda menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung pada 13 Desember 2018. Sementara band Seventeen saat itu sedang dalam acara tersebut, namun tsunami tersebut melanda hingga menghantam personel dari band tersebut.

Personel band Seventeen yakni Bani, Herman, Andi dan ditambah 3 orang kru, manajemen, dan istri Ifan terkena korban dari tsunami tersebut.

Mahakarya Pictures bersama Mahaka Intergra Radio mengabdikan kejadian tersebut lewat film berjudul “Kemarin” yang ditulis Wisnu Surya Pratama dan disutradarai Upie Guava.

Film dokumentasi tersebut berisi perjalanan band Seventeen, yang dihadapi para personel saat menuju kesuksesan dari kisah pertengkaran hingga puncak musibah yang memisahkan mereka.

“Kalau dibilang menguak memang benar, apalagi kemarin ada syuting di kolam masih ada wave-nya, bahkan ada yang di pantai juga, pada intinya flashback tempat tersebut membuat tegang,” ujar Ifan.

Sampai saat ini memang film “Kemarin” belum mendapat jadwal tayang di bioskop. Tetapi, Ifan dan timnnya akan menargetkan film tayang di akhir tahun, sekaligus memperingati satu tahun kejadian.

Namun, mereka berharap tayang di awal tahun 2020, karena momen tersebut tepat di hari ulang tahun Seventeen.

Lirik tersebut sebenarnya tentang kematian yang dibuat Herman, maka dari itu judul lagu tersebut tepat untuk dijadikan film sekaligus menceritakan tentang perpisahan.

“Lagu Kemarin itu diambil dari salah satu lagu tentang kematian sampai-sampai mereka memperdebatkan lagu itu, bahkan Herman (alm) belum sempat ganti lirik,” kata Dendi Reynando CEO Mahakarya.

“Lagu ini beda dari yang lain, bahkan, ifan sempat tidak mau menyanyikannya, hanya jadi pelengkap. Namun, hal lain melanda persis dua tahun lagu menjadi soundtrack yang kami alami,” tambah dia.

Film yang berdurasi 90 menit yang diambil dari rekaman kamera Andi drummer. Sebelum dua minggu kejadian tsunami, Seventeen dan manajemen sempat mengadakan meeting recana pembuatan film documenter , untuk merayakan 20 tahun musik mereka.

Ifan mengaku sangat sedih dan terpukul, ketika menyaksikan rekaman-rekaman video milik almarhum Andi.

“Ada banyak rekaman yang belum gua lihat, bahkan pas preview filmnya semua nangis, bukan hanya sedih, ketakutan juga ada. Dendi bilang, dalam mimpi buruk pas tidur, tapi enggak seburuk ituk,” kata Ifan.

Ifan berjanji untuk menampilkan banyak hal-hal menarik dari film “Kemarin” dalam perjalanan band Seventeen.