Kursi Toilet Pendeteksi Kesehatan Jantung

114

Orang yang memiliki penyakit jantung terkenal buruk dalam memantau kesehatan mereka sendiri. Faktanya, 45 persen dari semua pasien yang di pulangkan dari rumah sakit dengan gagal jantung kongestif balik kembali ke rumah sakit dalam waktu 90 hari.

Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti di Rochester Institute of Technology telah menemukan cara untuk mengintegrasikan sensor ke dalam objek yang setiap orang berinteraksi dengan beberapa kali sehari dan yang secara pasif dapat memantau kesehatan jantung yang mengharuskan mereka melakukannya sembari duduk.

Terobosan terbaru dalam kesehatan jantung adalah sebuah kursi toilet. Kursi toilet adalah jawaban yang paling jelas, karena dapat membuat kontak langsung dengan kulit (yang membuat pemantauan lebih mudah) dan semua orang menggunakannya.

Nicholas Conn, a postdoctoral fellow at Rochester Institute of Technology and founder and CEO of Heart Health Intelligence, is part of the team that has developed a toilet-seat based cardiovascular monitoring system. Courtesy A. Sue Weisler/RIT

Monitor kursi toilet pintar yang mereka hasilkan berisi semua alat yang diperlukan untuk mengetahui kesehatan pasien yang menurun. Kursi toilet pintar tersebut memiliki tiga instrumen utama: elektrokardiogram, yang menggunakan elektroda di permukaan kursi untuk mengukur aktivitas listrik jantung; photoplethysmogram, sensor yang sama yang ada di FitBit, untuk mengukur detak jantung pasien; dan ballistocardiogram, yang merasakan berat badan pasien dan bagaimana ia berfluktuasi ketika jantung berdetak, menentukan volume darah yang melewati jantung. Cara kerjanya adalah ketika jantung membangun tekanan yang cukup ketika dipompa secara fisik menekan tubuh kamu. Tim RIT adalah yang pertama yang menunjukkan bahwa ballistocardiogram dapat digunakan untuk menghitung volume darah yang melewati jantung.

Instrumen ini cukup sensitif sehingga tim medis memperkirakan pasien dengan hanya duduk di kursi toilet sekitar 90 detik untuk mendapatkan pengukuran secara penuh. Dan mereka bahkan sudah merancang algoritme untuk mengenali apakah pasien dalam keadaan istirahat atau tegang. Karena buang air besar dan buang air kecil benar-benar dapat menyebabkan perubahan besar pada detak jantung, tekanan darah, dan pernafasan.

Meskipun demikian, para peneliti belum tahu dimana kursi toilet tersebut tersedia secara komersial untuk dibeli oleh siapapun, untuk saat ini para peneliti masih berfokus pada pengembangannya untuk aplikasi medis. Versi final dari kursi toilet pintar itu akan memiliki baterai built-in yang akan bertahan hingga 6 tahun dan kemungkinan menggunakan koneksi seluler, sehingga satu-satunya cara interaksi yang harus dilakukan pasien adalah cukup menempatkannya seperti kursi toilet biasa.

Perangkat pemantauan jantung medis yang menyediakan layanan serupa dapat menelan biaya hingga 4 ribu dollar. Peneliti tersebut memperkirakan mereka akan dapat menggunakannya biaya hanya dengan 100 dollar/bulan untuk kursi toilet pintar yang mencakup semua layanan pemantauan yang diperlakukan.

Hal tersebut dapat membuka pemantauan jantung pasif untuk kelompok pasien yang jauh lebih besar dan pada akhirnya dapat mengubah banyak kehidupan. Karena itu, para peneliti bekerja mengajukan persetujuan dari FDA dan mengharapkannya tercipta pada akhir tahun 2021 atau awal tahun 2022.