Kronologis Serangan Jantung yang Dialami Pilot Batik Air

116

Penjelasan dari maskapai penerbangan Batik Air tentang kronologi pilot bernomor ID-6548 rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandar Udara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE) yang mengalami serangan jantung.

Pada saat penerbangan pilot tersebut membawa tujuh kru dan 148 penumpang. Sebelum keberangkatan, pesawat Airbus 320-200 CEO registrasi PK-LUF sudah dinyatakan layak terbang.

“Pukul 09.12 WIB Batik Air mengudara dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan jadwal mendarat di El Tari pukul 12.40 WITA,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro.

Sebelum menurunkan ketinggian, Pilot in Command (PIC) merasakan ada gangguan kesehatan bahkan ada indikasi seperti pusing sehingga membuat buyar konsentrasi, menurut Danang.

Berdasarkan prosedur yang berlaku, tindakan yang tepat kepada seluru kru yang sedang bertugas dalam bekerja, untuk Pilot agar mendapatkan pertolongan pertama.

“Penerbangan ID-6548 dengan komando kopilot (first officer) dan menginformasikan bahwa akan mendarat dalam keadaan darurat (emergency landing). Kondisi ini sudah sesuai tindakan operasional penerbangan dalam buku manual,” jelas dia.

Akhirnya pesawat berada di landas parkir (apron) dan pada posisi yang sempurna, kemudian pilot langsung mendapatkan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Batik Air langsung mengambil tindakan dengan menerbangkan pesawat pengganti dari Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB) ke Kupang.