Kehadiran Dua Unicorn Pada Awal Tahun 2020

129

Menteri Riset, Teknologi ( Menristek ) dan Kepala Badan Riset Invoasi Nasional ( BRIN ) Bambang Brodjonegoro optimis melahirkan dua perusahan startup status unicorn baru di Indonesia pada awal 2020.

Penambah dua startup uncorn akan melengkapi 5 startup unicorn Indonesia seperti Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, ovo, dan Gojek.

“Jadi startup unicorn akan betambah menjadi 2 lagi. Awal 2020 ini, mudah-mudahan diberikan kemudahan, nantinya unicorn kita bisa 7,” kata Bambang.

Melihat pertumbuhan digital di Indonesia sangatlah signifikan, Bambang optimis jika kedepannya ekonomi digital di Indonesia akan semakin membaik.

Bambang mengaku jika Indonesia adalah negara dengan startup unicorn terbanyak di Asia Tenggara. Bahkan Indonesia masuk dalam 10 besar dari seluruh negara dengan startup unicorn terbanyak.

“Dengan jumlah lima sajah sudah menjadi negara unicorn terbanyak di Asia Tenggara sekaligus masuk top 10 di dunia. Jika ada tujuh, ranking unicorn kita akan naik di dunia,” jelasnya.

Bambang mengaku jika fenomena digital global saat ini, sangat membawa perubahan radikal di dalam dunia usaha. Teknologi digital diharapkan akan diterapkan sepenuhnya di seluruh rantai nilai industri, sehingga Indonesia banyak melahirkan bisnis baru berbasis digital. 

Pengembangan seperti ini, diharapkan menghasilkan produk berkualitas sekaligus mencapai produktivitas yang tinggi. Perusahaan akan mempunyai tantangan tersendiri, bagaimana memastikan semua karyawan baik bahkan selalu beradaptasi dengan teknologi digital yang selalu berkembang setiap saat.

“Jangan sampai perusahaan memutuskan Go Digital, tetapi karyawannya belum bisa beradaptasi,” ujarnya.

Bambang juga mengharapkan, lebih lanjut untuk berinovasi yang dihasilkan untuk memberikan dampak lebih besar ke masyarakat dan pembangun bangsa.