Kecanduan Game Menjadikan Gangguan Jiwa, Cegah Sejak Dini

108

Tak banyak orang tua memperhatikan anak-anak sekarang yang kecanduan game, tanpa disadari itu akan membuatnya mengalami gangguan jiwa.

Secara tidak langsung membuat anak-anak menjadi pendiam, mudah marah, selalu berfikir tentang game, serta hilang kendali. Bagaimanakah cara menghilang kecanduan game terhadap anak-anak?

Mengutip dari laman kompas.com, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa di RS Gading Pluit, Kelapa Gading Jakarta Utara, dr Dharmawan AP, SPKJ, mengatakan, kecanduan game online masuk ke dalam kategori behaviour addiction.

Behaviour Addiction menunjukkan adiksi perilaku yang mekanismenya sama dengan orang yang kecanduan obat.

“Kalau kecanduan obat itu, obatnya yang dirangsang. Tapi kalau ini (kecanduan game) perilaku yang dirangsang terus menerus ke pusat brain reward system yang terdiri dari system limbic, nucleus accumbent, serta VTA (ventral Tegmental Area),” kata dr Dharmawan.

“Dopamine menggema, jadi berulang mencari kenikmatan yang sama. Makin lama makin butuh waktu lama dan orang susah mengalihkan konsentrasi,” ujar dia.

Dr Dharmawan mengimbau para orangtua mengamati perilaku anaknya yang suka bermain game.

Jika mendapati perilaku yang sudah mengarah ke kecanduan, ia menyarankan agar membawa sang anak berkonsultasi dengan psikiater.

“Parameternya kalau enggak bisa konsentrasi karena pikirannya ke game terus,” kata Dharmawan.

Parameter lainnya, seperti disinggung di atas, banyaknya waktu yang dihabiskan anak untuk bermain game. Apalagi, jika si anak menunjukkan perilaku melawan hingga mengamuk ketika hendak dilepaskan dari gawainya.

“Tapi sebaiknya jangan tunggu sampai anak mengamuk. Kalau sudah mengamuk, rawat jalan susah. Anak tak bisa dikendalikan dan agresif. Harus dirawat kayak orang direhab. Karena ini masalah perilaku, masuk ke ganguan perilaku,” papar Dharmawan.

Penanganan yang biasanya dilakukan terhadap pasien dengan kondisi kecanduan game, biasanya treatment untuk mengurangi kecanduan dan melakukan upaya pengalihan. Jika cara ini tidak berhasil, akan dilakukan pengobatan maupun terapi yang lain.