Ini Alasan Pecandu Narkoba Sulit Berhenti

114

Sebagian orang yang mengonsumsi alkohol dan narkotik secara tidak teratur, tidak akan pernah hal terjadi olehnya seperti ketergantungan atau kecanduan.

Sekitar 10% rata-rata orang, mengonsumsi alkohol atau narkoba yang mengalami ketergantungan. Angka ini bisa mencapai sekitar 6% untuk alkohol, sekitar 10% untuk kanabis dan sekitar 15% untuk metamefetamin.

Tetapi bagi mereka yang sudah ketergantungan akan sulit untuk mengurangi penggunannya, bahkan untuk berhenti saja sulit.

Bila sudah ketergantungan, apa yang terjadi apa otak? Terlepas dari itu semua, alkohol dan narkoba akan masuk ke otak melalui aliran darah. Dengan begitu, ketika sampai di otak, akan mempengaruhi bagaimana pesan yang dikirim melalui otak.

Otak merupakan pusat komunikasi besar dalam berfikir, untuk mengatur apa yang kita pikirkan, rasakan, dan dilakukan. Pesan-pesan tersebut dikirim melalui bahan kimia di otak yang disebut neurotransmitter.

Narkoba sendiri dalam bekerja berbagai cara, baik meningkatkan bahkan bisa mengurangi produksi neurotransmitter seperti dopamine (kesenangan), noradrenalin (berkelahi atau lari) dan serotonin (suasana hati).

Narkoba bisa menjadi sebuah penguatan,jenisnya juga berbeda-berbeda yang dapat mempengaruhi jalur neurotransmitter. Sebagian besar narkoba yang berdampak pada sistem dopamin.

Dopamin mengatur emosi, motivasi, dan perasaan senang. Sehingga otak kita terprogram agar memastikan mengulangi kegiatan yang menyenangkan, kita mendapatkan sedikit dopamine, ini adalah suatu pengingat kita untuk melakukannya lagi melalui otak.

Narkoba bisa mengaktifkan dopamin dalam jumlah besar, dibandingkan kegiatan pengaktif dopamin lainnya, seperti makan dan berhubungan intim. Akibatnya pengguna mengulangi untuk penggunaan narkoba, sekaligus menjadikan otak prima untuk mengulangi hal tersebut tanpa memikirkannya.

Apakah ketergantungan narkoba bisa berubah, untuk lepas atau menjauhkan dari barang tersebut. Beberapa memiliki kerentanan atau faktor risiko yang lebih besar dari orang lain. Terlepas dari dopamin yang memaksa mereka menggunakan narkoba, yang mengakibatkan kerusakan pada sistem untuk mengendalikan diri menjadi lebih sulit.

Otak dan tubuh akan beradaptasi dari waktu ke waktu untuk mengonsumsi narkoba, dan memasangkan alkohol atau narkoba dengan sejumlah pemicu, yang menimbulkan keinginan yang kuat untuk mengonsumsi.

Semua orang berbeda karakter sejak lahir, memiliki pengalaman yang berbeda dalam hidup yang mempengaruhi cara berfikir kita dalam merasakan dunia sekitar. Mungkin itu bisa menjelaskan sebagian, mengapa orang bisa memiliki masalah dengan obat-obatan dan yang lain tidak.

Banyak sebagian orang ingin membuat perubahan dengan cara sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain atau dengan menjalanin pengobatan untuk mengubah agar tidak mengonsumsi alkohol dan narkoba.

Namun, itu semua butuh waktu yang tidak cepat, itu semua tergantung dari tingkat ketergantungan alkohol atau narkoba yang di konsumsi. Bahkan penyakit diabetes dan penyakit jantung bisa dikategorikan dalam kesehatan mengonsumsi alkohol dan ketergantungan narkoba.