Ren Zhengfei pendiri dan CEO Huawei, mengatakan baru-baru ini bahwa penjualan ponselnya telah turun 40 persen dan perusahaan mungkin kehilangan target pendapatannya tahun ini. Perusahaan menjanjikan akan mengembalikan harga penuh smartphone-nya jika berhenti bekerja dengan aplikasi populer seperti Facebook, WhatsApp, YouTube, Gmail, Instagram dalam waktu 2 tahun sejak membeli smartphone. Saat ini, program jaminan khusus ini hanya untuk Filipina.

Huawei mengambil langkah-langkah drastis untuk menangkal dampak dari dimasukkannyanya dalam daftar hitam AS, yang telah mengakibatkan beberapa perusahaan utama AS memutuskan hubungan dengan raksasa elektronik China.

Huawei, yang saat ini merupakan produsen smartphone terbesar kedua di dunia, dapat segera terputus dari mengakses aplikasi Google resmi seperti YouTube dan Gmail dalam model ponsel masa depan. Kehilangan akses ke Android berarti tidak ada pembaruan OS di masa depan dari Google, bersama dengan langkah-langkah keamanan yang mereka bawa.

Huawei
Huawei

Pada saat yang sama, perangkat Huawei di masa depan juga tidak akan dapat mengunduh aplikasi dari perusahaan jejaring sosial terbesar di dunia, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Yang terakhir, tentu saja, bukan masalah besar di Cina, tapi ingat – sekitar setengah dari penjualan Huawei sebenarnya di luar China.

Pasti akan menarik untuk melihat apakah perusahaan yang terkepung ini meluncurkan ini lebih luas karena tentu masuk akal untuk menjanjikan ini sebagai cara untuk menjaga pelanggan internasional Huawei dari meninggalkan merek. Untuk Huawei sendiri, sementara itu, pertarungan perusahaan dengan AS terus berlanjut.