Ganja Untuk Menghilangkan Rasa Sakit atau Tidur

126
94755258 - the man twists the canth from fresh marijuana

Ganja memiliki reputasi yang subversif di indonesia. Tetapi sebuah studi baru dari Fakultas Kedokteran Albert Einstein dan Universitas Miami menemukan bahwa mayoritas orang merokok ganja karena alasan mereka hanya ingin tidur.

Diterbitkan di Journal of Psychoactive Drugs, studi ini mensurvei pelanggan di dua toko ritel di Colorado, AS di mana ganja rekreasi sudah legal disana jika kamu berusia 21 atau lebih. Dari 1.000 pelanggan yang disurvei, 65% melaporkan membeli ganja sebagai metode penghilang rasa sakit, sementara 74% mengatakan mereka membelinya sebagai bantuan untuk tidur. Hampir 80% responden yang menggunakannya untuk menghilangkan rasa sakit. Mereka mengatakan bahwa ganja dapat “sangat membantu,” dengan 88% dari mereka yang sebelumnya menggunakan opioid melaporkan bahwa mereka telah mengurangi atau berhenti minum obat-obatan dan beralih menggunakan ganja. Sementara 84% mengatakan mereka merasa terbantu untuk tidur.

Ganja telah lama dikenal akan efek soporifiknya (zat yang diketahui menyebabkan tidur), dengan beberapa penelitian menunjukkan bahwa cannabidiol (CBD) pada ganja dapat mempercepat proses tidur dan meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

Selain itu, sementara status hukum ganja telah mencegah penelitian yang menyeluruh dan komprehensif tentang masalah ini, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa ganja dapat berfungsi sebagai alternatif dari obat pereda nyeri tradisional, sebagian karena saraf perifer yang mencatat rasa sakit pada tubuh kita. mengandung banyak reseptor cannabinoid.