Fakta Sejarah Kota Tua, Bukan Hanya Sekedar Instagramable

71

Kota Tua dengan dihiasi gedung-gedung berpilar yang menjulang tinggi, serta lengkap jendela yang beukuran besar seakan merayu para wisatawan. Bangunan yang bergaya kolonial dengan dominasi warna, putih, hitam, dan hijau tua.

Namun, bagi warga Jakarta, Kota Tua merupakan kawasan wisata yang bukan asing lagi. Sejatinya, Kota Tua sudah menjadi bagian sejarah Jakarta sejak lama.

Di masa lalu kawasan Kota Tua sebenarnya bukan seperti yang kita lihat sekarang. Meski mempertahankan bangunan segi kolonial. Bukan hanya sekedar Instagramable atau sejarah semata, Kota Tua adalah markas bagi Perusahaan India Timur Belanda (Dutch East India Company).

Pada tahun 1602, Belanda memulai monopoli perdagangan rempah di antar benua. Dalam menjamin kelancaran dan kelangsungan usahanya, Belanda mendirikan Perusahaan India Timur Belanda untuk dijadikan agen kolonial resmi.

Dikenal sebagai Old Batavia, karena perusahaan ini didirikan di Kota Tua. Perusahaan tersebut, terbilang kuat karena dibekali keuangan yang besar, kekuatan hukum, serta menegakkan yurisprudensi sendiri.

Jadi bentuk bangunan-bangunan di Kota Tua memiliki gaya Kolonial, karena dulunya dijadikan rumah atau gedung perkantoran milik orang Belanda. Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia, atau Meseum Wayang itulah peninggalan bangunan yang didirikan oleh perusahaan tersebut.

Old Batavia sejatinya menjadi rebutan, karena dinilai memiliki kawasan strategis. Setelah berdirinya Perusahaan India Timur Belanda, secara tidak langsung Kota Tua menjadi sorotan pusat ibu kota.

Berjarak 1.5 kilometer dari pelabuhan Sunda Kelapa, merupakan pelabuhan bersejarah di Jakarta yang menjadi pelabuhan utama Kerajaan Sunda sejak abad ke-13.

Berkembang pesat karena menjadi lokasi perdangan rempah-rempah Internasional. Kapal Bugis Phinisi Schooner dapat kamu temukan di Pelabuhan Sunda Kelapa, yang sejak dulu pernah berlabuh di dermaga dengan gagah.

Dari seberang Pelabuhan Sunda Kelapa, akan kamu temukan Museum Bahari  yang dulunya dijadikan Belanda sebagai gudang untuk menyimpan rempah-rempah. Kamu juga bisa menemukan Jembatan Kota Intan, yang kini dikenal dengan sebutan Jembatan Pasar Ayam.

Jembatan tersebut dibangun pada abad ke-17 membentang di atas Kali Besar. Dahulu jembatan ini digunakan sebagai penghubung Benteng Belanda dengan Benteng Inggris.

Itulah sejarah Kota Tua Jakarta, yang sebenarnya memang bangunan bersejarah yang tidak dibuat-buat semata untuk lokasi wisata.