Facebook dan Twitter Hapus Ratusan Akun, Ada Apa?

103

Pihak Facebook dan Twitter telah menangguhkan ratusan akun yang terkait dengan kampanye Iran dan Rusia. Dilansir dari laman BBC, Rabu (22/8/2018) CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengatakan lebih dari 650 halaman dan grup yang terdapat di Facebook diidentifikasi menyesatkan atau mengandung berita yang dimanipulasi.

Pada 21 Agustus 2018, Facebook menyatakan telah menemukan beberapa akun yang menampilkan perilaku yang tidak baik terkait dengan kampanye yang berasal dari Iran dan Rusia setelah penyidikan yang terjadi berbulan-bulan.

“Kami melarang perilaku semacam ini karena kami ingin orang-orang dapat mempercayai koneksi yang mereka buat,” kata pihak Facebook.

Facebook melanjutkan kampanye telah dimulai pada 2011, ini menampilkan konten tentang politik Timur Tengah dalam bahasa Arab dan Farsi. Akun-akun itu juga berbagi konten tentang politik di Inggris dan Amerika Serikat dalam bahasa Inggris.

Akun lain yang terkait dengan sumber yang sebelumnya diidentifikasi oleh pemerintah AS sebagai layanan intelijen militer Rusia juga dihapus dari situs tersebut. Perusahaan itu menambahkan bahwa mereka telah berbagi temuan penyelidikannya dengan pemerintah AS dan Inggris.

Sementara itu, Twitter telah menangguhkan 284 akun tautan yang berhubungan dengan Iran sehari setelah Microsoft menggagalkan serangan cyber Rusia terhadap kelompok konservatif AS.

Lebih lanjut, meskipun penyelidikan masih berlangsung, kampanye itu tampaknya akan menargetkan orang-orang di berbagai layanan internet sperti di Timur Tengah, Amerika Latin, Inggris dan Amerika Serikat. Perusahaan media sosial lainnya telah bertindak atas petunjuk dari firma pengamanan cyber FireEye yang mengungkapkan adanya sejumlah akun yang mempromosikan propaganda Iran.