Enggan Mengerjakan PR, Siswa SD Merekayasa Penculikan

112

Bermulai dari ketakutan siswa yang enggan mengerjakan PR Matematika yang ditugaskan gurunya, karena akan takut dimarahi gurunya. Justru siswa SD ini merekayasa penculikan.

Siswa yang duduk dibangku kelas 4 sekolah Negeri di Kabupaten Lumajang. Justru aksi ini menjadi viral sampai menghebohkan warga setempat. Pasanya ia merekayasa penculikan, dalam beberapa waktu singkat bisa kabur.

Sampai akhirnya warganet geram atas perilaku yang dilakukan siswa tersebut, lantas jadi bahan pembicaraan di media sosial. Suatu adegan yang menjadi sorotan adalah ia berhasil seakan-akan superhero, saat ia diculik pada waktu berangkat sekolah.

Singkat cerita, awalnya siswa ini hendak berangkat kesekolah tiba-tiba dijegat oleh orang yang tak dikenal lalu ia diseret ke dalam mobil kejadian di dekat sawah Batalyon Infantri 527 BY.

Bahkan dalam cekcoknya saat diseret, ia sempat di pukul dibagian kepala. Namun, anehnya justru ia bisa meloloskan diri dan bersembunyi di semak-semak.

Justru dari kesimpulan Mapolres Lumajang, setelah ditelusuri anehnya tidak ada kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Bahkan Mapolres Lumajang menegaskan bahwa peristiwa tersebut adalah rekayasa RAF siswa sd tersebut yang tidak ingin dibertahukan insialnya.

Dikutip Liputan6, siswa tersebut sampai membuat rekayasa karena takut kepada salah satu guru lantaran tak mengerjakan PR Matematika. Bahkan orangtua korban sudah telanjur menyebar hanya tersipu malu. tersipu malu seraya meminta maaf berkali-kali kepada para tetangga maupun ke sesama wali murid.

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Hasran Cobra, menjelaskan kejadian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Dikarenakan itu peristiwa tidak merugikan pihak manapun.