Divonis 10 Tahun Karena Jadi Mata Mata China!

96

Divonis 10 tahun penjara, beginilah kisah mantan Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) mengaku mengkhianati negaranya demi finansial pribadi.

Menurut Departemen Kehakiman AS, dinilai melakukan spionase atas nama China.

Ron Rockwell Hansen menyerahkan diri pada Maret, lantaran mencoba membocorkan informasi penting pertahanan nasional AS ke China, bahkan mengaku menadah ratusan ribu dolar AS.

“Pada perjalanan menuju bandara Internasional Seattle-Tacoma inilah pria asal Syracuse diringkus agen FBI,” ujar Departemen Kehakiman.

Atas sebagian dari pembelaanya, pria berusia 60 tahun mengaku mendapatkan informasi keamanan AS yang bernilai di mata China dari sesame petugas DIA dan sepakat melego itu ke egara China.

Dokumen yang ia terima dari petugas DIA terkait dengan persiapan militer AS. Hansen juga mengakui diberitahu oleh petugas kasus DIA bagaimana merekam dan memindahkan dokumen tanpa bisa dilacak, dan bagaimana menyembunyikan serta mencuci aliran dana yang diterima sebagai pembayaran rahasia-rahasia itu.

Sembunyi dari Hansen, petugas kasus itu melaporkan aksinya ke DIA dan bertindak sebagai informan FBI dalam kasus itu.

Hansen, yang fasih berbahasa Mandarin dan Rusia, dikontrak oleh DIA sebagai petugas kasus sipil pada 2006 setelah pensiun dari Militer AS sebagai pejabat keamanan dengan latar belakang intelijen, menurut catatan pengadilan.

Agen intelijen China merekrut Hansen pada 2014, seperti yang diakuinya.

Bahkan, Hansen yang divonis oleh hakim federal di Salt Lake City, merupakan satu dari tiga mantan petugas intelijen AS yang divonis dalam beberapa bulan terakhir atas tuduhan spionase yang mengatasnamakan China.