Dampak Tewasnya Pemimpin ISIS Terhadap Indonesia

116

Tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi mempengaruhi dampak besar bagi pengikutnya di Indonesia yang diungkapkan oleh pengamat terorisme dari Universitas Islam Negeri (UIN).

Dengan tewasnya pemimpin ISIS, moral dan semangat pejuang ISIS seakan hilang di Indonesia.

Hal tersebut perpengaruh jaringan ISIS yang telah bergabung dalam kelompok Jamaah Ansharut Daulad (JAD) di Indonesia.

Mengutip laman kompas.com, “Jika memang benar-benar sudah mati maka menunggu suksesi penerusnya. Jika lebih kuat, maka itu akan mengembalikan runtuhnya moral mereka,” kata Roby.

Lebih lanjut, Roby menuturkan bahwa kelompok jaringan ISIS di Indonesia akan melakukan serangan untuk “membalas” kematian Abu Bakar al-Baghdadi.

“Sangat berpotensi, khususnya terhadap Amerika dan turis asing (bule),” papar dia.

Namun, menurut Roby bahwa kelompok selain berpaham ISIS di Indonesia belum ada yang mengarah untuk melakukan serangan dengan tujuan yang sama.

Roby mengatakan, sudah ketiga kalinya kabar soal kematian Abu Bakar al-Baghdadi terdengar.

Menurutnya ada kemungkinan, terhadap tewasnya pemimpin ISIS tersebut.

“Apakah mereka (pengikut ISIS) akan percaya soal berita kematian ini? Atau mereka juga telah meng-counter bahwa berita kematian yang dirilis oleh Amerika hanyalah berita bohong sebagai taktik untuk melemahkan kelompok ISIS,” ungkap dia.

Ketika disinggung soal dampak kematian pemimpin ISIS itu ke seluruh dunia, ia menjawab sama. “Kurang lebih sama,” kata Roby lagi.

Selain itu, ia juga memastikan bahwa banyak negara yang pernah diserang oleh kelompok ISIS akan meningkatkan keamananannya.

Sebelumnya, pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi dikabarkan tewas bunuh diri ketika diserbu pasukan khusus AS di bagian barat laut Suriah, Sabtu (26/10/2019).

Informasi mengenai tewasnya pemimpin ISIS tersebut disampaikan oleh beberapa media internasional pada Minggu (27/10/2019).

AFP dan Daily Mirror melaporkan, Abu Bakar al-Baghdadi tewas setelah meledakkan bom yang melekat pada rompi yang dikenakannya setelah mengetahui kesempatannya untuk kabur kecil.