Cara Terhindar Dari Emosi Saat Di Tempat Kerja

116

Merasa down, saat bekerja? Bagaimana cara menaikkan mood, Jika tidak, kapan bisa menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan itu.

Menurut pepatah, seburuk apapun suasana hati, separah apapun teguran yang saya dapat, saya harus bisa mengatur mood. Karena semua tanggung jawab pekerjaan yang saya akan kerjaankan itu selalu tergantung pada mood.

Banyak orang tidak bisa mengendalikan emosi saat di tempat kerja, akhirnya mereka tidak konsentrasi dalam mengerjakan pekerjaannya. Hasil dari tidak ada mood, itu akan menggangu rekan-rekan lain dalam menyelesaikan pekerjaan, karena dalam suatu pekerjaan itu adalah sebuah tim.

Suatu gejolak emosi di tempat kerja, memang wajar seperti pengertian positif maupun negatif. Serti yang dikatakan Anne Kreamer, Penulis Buku It`s Always Personal, Navigation Emotion in the New Workplace. Emosi merupakan salah satu mekanisme pertahanan diri, seperti metabolism dan refleks otot.

Apakah yang harus dilakukan bila merasakan gejolak emosi di tempat kerja, apa tak masalah jika sikap emosional di lingkungan kerja? Carol Ross, Leadership Coach, Asal Amerika Serikat mengatakan, emosi tetap perlu kita jaga. Apalagi, emosi sudah membawa efek negatif terhadap diri sendiri, bahkan orang lain.

“Ketika emosi yang kamu keluarkan belum selesai, daripada merasakannya, mungkin kamu bisa melepaskannya dengan cara lain. Karena, kemungkinan rekan kerja akan menjadi korban saat hal itu terjadi,” ungkapnya dalam situ resmi Daniels College of Business, University of Denver.

Ross menjelaskan, emosi itu hal yang menular, meski tidak diungkapkan. Sehingga, kita perlu untuk mengelola emosi dengan baik, sebenarnya yang kita rasakan itu adalah emosi negatif yang menghambat produktivitas di tempat kerja.

“Seperti contoh, merasa cemas yang berlebihan bahkan menyadarinya. Dalam menghadiri rapat, usahakan meyediakan waktu untuk mempersiapkan diri agar tidak merasakan kecemasan dan melepaskannya,” ujarnya.

Untuk mengungkapkan emosi yang memendam, sebenarnya kita perlu mengaku kita tersinggung terhadap perkataan rekan. Namun, perlu diingat, mengatakannya tidak perlu meledak-ledak tetapi dengan cara baik-baik.

Menurut Ross, mengelola emosi di tempat kerja ada beberapa cara. Jika kondisi mengakibatkan naik darah, perlu tidak bersikap reaktif dan mencoba menarik nafas dalam-dalam. Namun, jika sudah merasa geram dalam suatu diskusi, kita bisa menenggak segelas air guna menenangkan diri, untuk melanjutkan percakapan.