Cara Fresh Graduate Lamar Kerja, Kurang Ajar!

186

Fresh Graduate atau Mahasiswa yang baru lulus biasanya sedang semangat mencari lowongan pekerjaan di berbagai sumber yang ada.

Banyak perusahaan membuka lowongan pekerjaan, umumnya meminta pelamar untuk mengirim CV ke alamat email yang tertera, atau langsung menghubungi pihak HRD secara langsung.

Ketika menghubungi HRD, etika kita di uji saat menghadapi HRD. Mengingat pengirim sebagai pihak yang membutuhkan pekerjaan.

Namun, baru-baru ini, beredar ungguhan foto yang berisi pesan seorang fresh graduate dengan HRD yang berkecimbung bisnis dalam penjualan mobil.

Ungguhan foto tersebut telah menjadi perhatian warganet, karena fresh graudate tersebut di nilai tidak mempunyai etika yang baik.

Dibagikan lewat akun @hrdbacot, fresh graudate bernama Rina memulai interaksi berawal dari ā€œPā€ yang biasa digunakan diaplikasi bbm.

Mulanya HRD itu menanggapi interaksi tersebut dengan penuh kesabaran, karena sejak perkenalan sudah tidak beretika.

“Gue Rina. Gue baru lulus kuliah, gue mau coba kerjaan loker marketing mobil,” tulis Rina.

“Oh Rina, iya boleh bisa kirim CV dan lamaran ke (alamat email),” jawab HRD yang tak diketahui identitasnya.

Setelahnya, Rina pun bertanya mengenai gaji. HRD tersebut pun menjawab hanya mendapat uang jalan sebesar Rp 2 juta tetapi pendapatannya bisa bertambah hingga Rp 10 juta jika bisa menjual mobil dalam jumlah banyak. Melihat angka Rp 2 juta yang diberikan HRD, Rina pun protes karena nominal tersebut terlalu kecil.

“Kok murah sekali ya, padahal gue kuliah. Biaya hidup di Jakarta lebih dari 10 juta,” sahut Rina.

Ungguhan foto yang mencerminkan seorang fresh graduate  yang beretika, membuat para warganet kesal sekaligus melempari komentar karena gaya bahasa yang tidak sopan.

Kejadian itu pun viral di media sosial bahkan ungguhan tersebut telah menyebar lebih dari 6.500 kali. Warganet twitter yang menuai beragam komentar, seperti:

“Astaghfirullah ngechat P doang gitu nggak sopan sekali,” cuit @tantiles.

“Yang nanya emang ada manusia kayak gini, gue jawab nih: beneran ada. Dimulai dengan ngechat pake “P” doang. Abis itu nego masalah gaji di awal padahal belum ada pengalaman kerja,” ungkap @khoe_roel.

“Pantes ya HRD tuh lulusan psikologi. Kalau kagak udah sakit jiwa ngurusin pelamar kayak gini,” komentar @eneng_pinter.

“Inilah kenapa pendidikan karakter itu perlu. Attitude sama kejujuran emang udah langka banget,” tambah @RoffiatulAziiza.