Ada-ada saja memang cara yang digunakan para caleg dalam merebut hati pemilihnya. Mulai dari melakukan penggalangan dana, blusukan ke rumah warga, pasang spanduk, ikut dalam banyak kegiatan yang menyerap banyak massa, memasang poster yang lucu dengan tagline yang lucu, bahkan ada yang mengganti namanya dengan nama panggung, seperti yang dilakukan oleh Ahmad Dhani dan Mulan Jameela.

Namun yang harus diakui sangat menggegerkan kancah perpilegan nasional, adalah caleg yang dianggap mengedit fotonya menjadi lebih cantik, ‘Wow !!!’ kok bisa ya ? Ketepatan si caleg tersebut lolos menjadi legislatif, sehingga fotonya jadi dipermasalahkan karena dikatakan diedit menjadi terlalu ‘Cantik’.

Evi Apita Maya caleg DPD dari NTB ini diadukan oleh, pesaingnya sih sebenarnya, sesama caleg DPD dari daerah NTB, dan bukan oleh pemilihnya. Pasalnya karena dianggap telah menipu pemilihnya dengan menggunakan foto yang terlalu ‘cantik’ itu guys. Menurut sobat berseru apakah gugatan ini masuk akal ? Bagaimana mengukurnya ya ? Salah satu pembelaan dari Evi sendiri adalah bahwa setiap orang yang mengikuti lomba pasti akan berupaya sekuatnya dan sebaiknya memenangkan lomba, sama halnya dengan ‘perlombaan’ menjadi DPD dari NTB, tidak akan jadi masalah apabila tiap caleg berdandan sebaik yang mereka bisa dan membuat foto terbaik mereka.

Tim berseru sekilas melakukan peninjauan singkat dengan mesin pencari, dan mencoba membandingkan apakah benar foto tersebut diedit diluar batas kewajaran ? Hasilnya adalah sepertinya tidak terlalu masalah sebenarnya, masih dalam batas wajar.

Pasal Pengaduan lain

Ternyata pasal yang diadukan oleh penggugat adalah bukan hanya karena fotonya terlalu cantik, ternyata ada beberapa hal lain, yakni Evi dituduh melakukan money politics dengan membagikan sembako yang dilabeli mohon doa restu untuk menjadi DPD, serta Evi dikatakan menggunakan lambang negara dalam fotonya padahal beliau belum anggota DPD.

Hasil Akhir dari MK

Ini dia yang kita tunggu-tunggu. Hasil akhirnya bagaimana ya ? Ehm… Kasih tau ga ya… Baiklah, jadi semua gugatan Farouk terhadap Evi ditolak oleh hakim MK karena sebelum surat suara daftar DPD dicetak, KPU telah memberi kesempatan bagi tiap-tiap caleg untuk memprotes jika ada yang tidak sesuai dalam pencetakan, dan hasilnya kala itu semua sudah setuju dan tidak ada yang perlu diperbaiki.

Selain itu hakim juga mengatakan bahwa akan sangat sulit untuk mengukur kadar keterpilihan jika dikaitkan dengan editan foto, sebab setiap pemilih memang diberikan kebebasan untuk memilih berdasarkan pertimbangannya masing-masing.

Jadi demikian sobat berseru ending dari ‘drama’ Caleg DPD yang terlalu cantik. Kita ucapkan selamat untuk semua DPD yang sudah terpilih dan akan dilantik. Selamat bertugas untuk kebaikan Indonesia dan daerah-daerah yang diwakili.