Cairan Rokok Elektrik Berbahaya, Mitos atau Fakta?

118

Sebagian banyak orang menggunakan alat vape untuk mengurangi bahkan berhenti merokok. Padahal cairan rokok elektrik berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Studi terbaru bahwa cairan dengan varian rasa pada vape, dapat merusak sel-sel pelapis pembulu darah. Hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology, bukti cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel yang berperan dalam kesehatan jantung.

“Masyarakat berpendapat bahwa rokok eletrik lebih aman, padahal tidak selalu,” ungkap penulis studi, dr Joseph Wu.

Karena varian rasa pada vape yang membuat tidak berbahaya, padahal itu terbuat dari bahan kimia, yang bisa menyebabkan kanker.

Dalam studi, peneliti membuktikan efek toksik pada sel yang melapis pembuluh darah dapat menimbulkan gangguan diantaranya munculnya tanda-tanda peradangan.

Menurut pakar peneliti respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok eletrik, cara melihat efek tersebut pada rasa cairan kayu manis.

“Belum diketahui komponen rasa mana yang bertanggung jawab atas efek ini sekaligus belum diketahui cara kerjanya,” ungkap Wu.

Mengamati hasil studi, para ahli kardiovaskular dari University of Massachusetts menganjurkan untuk melakukan tes sampel pada hewan.

“Studi datang, di tengah kekhawatiran pengguna vape, dengan berbagai rasa, mungkin lebih berbahaya dari perkiraan sebelumnya,” ujar mereka.

Studi pada 2018 menunjukkan pengguna vape berisiko terkena serangan jantung meskipun probabilitas lebih rendah dibanding perokok tembakau. Studi mengamati produk rokok elektrik terhadap kesehatan jantung sebelumnya secara lebih luas.

“Semakin banyak kita lihat, bukti bahwa rokok elektrik meningkatkan risiko serangan jantung,” kata pakar kardiovasular.

Sebenarnya tidak tepat membandingkan rokok elektrik dengan rokok tembakau, karena sebenarnya keduanya memiliki risiko pada kesehatan,” kata Phillips.