BMKG Prediksi Pekan Depan Cuaca Masih Panas

109

Beberapa hari ini, masyarakat dihebohkan dengan suhu tinggi di beberapa wilayah Indonesia. Bahkan sebagian orang yang beraktivitas diluar mengeluh akan suhu tinggi yang berlangsung.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Kondisi suhu tinggi hingga cuaca terasa sangat panas terjadi pada periode akhir musim kemarau.Matahari yang berada di sekitar equator, sehingga pemanasan dari sinar matahari maksimal,” kata Fachri Radjab (Minggu (27/10/2019).

Pada bulan September matahari berada di sekitar garis khatulistiwa dan akan terus bergerak hingga Desember 2019. Sehingga pada Oktober, posisi semu matahari akan berada di bagian selatan yaitu Jawa, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara, Bali, dan sebagainya.

Bahkan pada 24 Oktober 2019 suhu sampai 39,6 derajat Celsius di daerah Ciputat, Jakarta Selatan. BMKG sebelumnya mencatat suhu tertinggi dalam 24 jam tercatat 38,8 derajat Celcius di Jatiwangi, Cirebon.

Sampai pekan depan suhu maksimum akan mencapai 39 derajat Celcius, BMKG mencatat suhu tertinggi selama dua hari di Semarang mencapai 39 derajat Celcius.

Mengutip dari  radarpagi, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin, dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat (25/10/2019) kemarin mengatakan suhu panas ini terjadi karena posisi matahari berada di titik kulminasi tertinggi, tidak ada awan yang menutupi, dan suhu kelembapan yang rendah.

“Akibatnya cahaya matahari langsung menuju wilayah Indonesia sehingga cuaca menjadi panas,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat untuk banyak minum air putih dan mengurangi aktivitas di bawah matahari langsung.

“Minum air yang cukup jangan sampai dehidrasi, gunakan pakaian yang nyaman, kurangi aktivitas di bawah matahari atau kenakan pelindung,” katanya.

Cuaca panas ini diprediksi tidak akan berlangsung lama karena akan berganti menjadi musim hujan. Saat ini, awan hujan mulai terbentuk dan diprediksi wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Kalimantan bagian selatan akan mulai memasuki musim hujan pada akhir November hingga awal Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari.

Bukan Gelombang Panas

Miming juga menyatakan bahwa suhu panas di Indonesia bukanlah gelombang panas seperti yang terjadi di Eropa dan India. Dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak termakan hoaks yang banyak beredar.

“Suhu panas berbeda dengan gelombang panas,” tutur Miming.

Gelombang panas terjadi pada wilayah yang berada di lintang tinggi. Gelombang panas itu terjadi karena pengaruh atmosfer di kutub dan lintang menengah.

Menurut Miming, di Indonesia tak mungkin terjadi gelombang panas karena secara dinamika berbeda. Indonesia berada di ekuator sehingga kondisi cuaca dan fenomena berbeda.

Perkiraan awal musim hujan mundur sampai dengan Desember, baca selengkapnya disini BMKG, Musim Hujan Mundur Hingga Desember