Benarkah Wiranto Dalang Semua Aksi Di Papua Ungkap Benny

141

3 September 2019 kemarin, tanah Papua di terpa kerusuhan. Bagaimana bisa tanah Papua bisa terjadi kerusuhan, apakah dari terjadinya rasisme di Surabaya atau ada sejumlah kelompok yang menunggangi. Dampak kerusuhan menyebabkan warga luar Papua minta dievakuasi, bahkan meminta keluar dari zona Papua.

Dilansir SuaraPapua.com, “Saya mau sampaikan di sini bahwa dibalik aksi-aksi ini ada Wiranto. Sebab Wiranto mantan Panglima dan pernah melakukan hal-hal ini di Timor Leste. Jadi, ini dia lakukan hal yang sama kepada Bangsa Papua di West Papua. Di belakang mereka itu ada tentara, polisi dan Panglima Indonesia, semua ada di belakang,” ungkap Wenda.

Foto: ANTARA FOTO/Marius Wonyewun

Wenda menegaskan bahwa Bangsa Papua sudah lama berjuang untuk keluar dari Indonesia dengan cara-cara damai.

Aksi melawan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang terjadi di Papua dan luar Papua adalah murni aksi spontan atas perlakuan diskriminasi rasial Indonesia terhadap rakyat Papua selama 50 tahun.

“Kami bangsa Papua dikorbankan atas kepentingan bangsa Indonesia. Terutama kami didiskriminasi dan ini menegaskan bahwa kami bangsa yang berbeda dengan Indonesia. Sudah 50 tahun kami didiskriminasi. Jadi, apa yang terjadi (aksi-aksi lawan rasisme) kemarin adalah akasi spontan,” jelas Wenda.

Benny mengungkapkan, Wiranto punya kepandaian bagaimana buat kerusuhan dengan membuat barisan merah putih di Timor Leste.

“Kami tahu betul siapa Wiranto ini. Dia ini penjahat perang dan pelanggar HAM yang tidak pernah diadili dan berkeliaran bebas di Indonesia. Dia (Wiranto) yang punya pengalaman itu,” tegasnya.

Tegas Benny, ULMWP sejak awal sudah serukan perjuangan damai. Bangsa Papua sudah berjuang lama dengan cara-cara damai. Demo-demo yang dilakukan adalah cara lain berjuang dengan damai dan bermartabat. Menurutnya, yang menjadikan aksi ricuh dan anarkis adalah pihak ketiga yang muncul saat aksi kemarin dengan nama barisan nusantara.