Belum Bisa Dikomersilkan, Implementasi 5G Perlu Model Bisnis

103

Satu bulan terakhir, uji coba jaringan 5G dilakukan oleh dua operator yakniTelkomsel dan XL Axiata semakin gencar. Dua operator ini melakukan uji coba di dua kawasan yang berbeda. Telkomsel di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan sepanjang Asian Games 2018. Sementara, XL Axiata melakukan uji coba di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta Barat.

Konsep pemanfaatan 5G yang ditujukan dari kedua operator ini pun berbeda. Telkomsel dengan implementasi gim, bus otonom, hingga penggunaan untuk manufaktur. Sedangkan XL melakukan implementasi penerapan kota pintar (smart city) hingga Wifi dengan kecepatan 5G.

Namun, hingga saat ini masing-masing operator pun belum bisa memastikan kapan tepatnya 5G bisa dilakukan secara komersial. Pasalnya, ada beberapa kendala ketika menggelar 5G untuk komersil.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkapkan berbagai hal telah dia siapkan untuk melakukan uji coba 5G. Salah satunya dengan persiapan frekuensi.

“Sekarang tinggal tergantung model bisnis. Kalau bicara 4G kan pendekatannya ke seluler. Bagaimana arahnya, mau menyasar korporasi atau konsumer,” jelasnya, Senin (20/8) di Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Rudiantara menegaskan bisnis model 5G memang harus dibicarakan bersama-sama dengan industri. Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknologi 5G Yessie D Yosetya mengungkapkan terkait model bisnis memang ada beberapa kemungkinan.

“Bisa jadi tidak lagi bermain di GB. Ada model bisnis baru. Seperti sensor pada smartbin tidak mungkin memberikan harga per titik,” jelasnya.

Namun, dia menegaskan ekosistem harus siap terlebih dahulu. Yessie pun melihat dari sisi implementasi 5G tidak akan digelar nation wide layaknya 4G tetapi hanya di kawasan tertentu.

Saat ini, pemerintah sendiri telah meminjamkan frekuensi 2,8Ghz kepada operator untuk melakukan uji coba 5G.