Bahagia Itu Dilamar Secara Agama dan Akhlak Yang Baik

141

Sebagian orang mengira bahagia itu mencintai pasangan dengan cara pacaran berlama-lama serta membuat kenangan. Itu adalah kesalahan, bahagia dalam mencintai adalah ketika kita tiba-tiba dilamar oleh seseorang baik agama dan akhlaknya.

Jika hanya berani menyatakan perasaan untukmu tetapi bukan untuk orang tuamu, maka letak kebahagiannya dimana? Bahagia itu ketika kita bisa memiliki dan menghalalkan menyentuhnya.

Bahagia itu langsung lamaran tak perlu berpacaran apalagi jadi mantan

Bahagia itu ketika kita langsung dilamar oleh dia yang baik agama dan akhlaknya, tanpa perlu pacaran apalagi harus putus lalu jadi mantan.

Bahagia yang sesungguhnya ialah ketika kita dilamar, bukan dipacari kemudian jadi mantan, sudah merugikan kita sendiri juga bikin nyesek dihati.

Jika dilamar dengan seseorang yang belum kenal, artinya dia sudah yakin bahwa kita perempuan yang baik

Kalau tidak kenal tapi tiba-tiba datang kerumah buat ketemu sama ayahmu untuk melamarmu, itu artinya dia yakin kalau kamu termasuk perempuan yang baik sehingga dia ingin langsung mengajkmu menikah.

Dia merasa kamu adalah perempuan terhormat yang pantas untuk dimuliakan dengan dinikahi.

Jika dia langsung mengajak menikah, tandanya dia lelaki baik yang mendekatimu untuk menikah bukan untuk main-main

Kalau dia datang untuk melamarmu bukan memacarimu, itu artinya dia lelaki baik dan bertanggung jawab.

Kau tak perlu lagi tidak yakin padanya, sebab hanya yang benar-benar seriuslah yang akan langsung melamar tanpa perlu mengajak untuk pacaran, mendekati untuk menikahi bukan untuk menikmatimu.

Untuk yang jomblo, lebih baik kokohkan hatimu dan teruslah berdoa untuk menanti jodohmu yang baik

Buat kamu yang masih jomblo, teruslah mencari dan menunggu jodohmu dalam ketaqwaan bukan dengan cara berpacaran.

Sebab berpacaran sekalipun belum tentu kamu akan menikah dengannya, namum ketika kau menanti dalam ketaqwaan sudah pasti kau kan menemukan jodohmu.