AS dan Iran Memanas, Trump Sempat Menyutujui Perang Dengan Iran

181

Presiden Donald Trump menyetujui serangan militer balasan terhadap Iran pada hari kamis sebelum ia mengubah pikirannya, laporan media AS.

Mereka mengatakan saat operasi itu sedang berlangsung “dalam tahap persiapan” saat itu Trump menurunkan militer AS. Gedung Putih sejauh ini tidak memberikan komentar.

Ini terjadi setelah Iran menembak jatuh pesawat mata-mata AS.

Tehran mengatakan pesawat AS tak berawak memasuki wilayah udara Iran awal Kamis pagi. AS bersikeras bahwa pesawat mereka ditembak jatuh di wilayah udara internasional AS.

Ketegangan telah meningkat antara kedua negara, dimana AS baru-baru ini menyalahkan Iran atas serangannya terhadap tanker minyak yang beroperasi di wilayah tersebut. Iran telah mengumumkan akan segera melampaui batas yang disepakati internasional mengenai program nuklirnya.

Tahun lalu, AS secara sepihak menarik keluar dari perjanjian nuklir 2015 yang bertujuan untuk membatasi kegiatan nuklir Iran.

Komando Pusat militer AS kemudian mengkonfirmasi bahwa pesawat Pengintai Maritim Area Luas Angkatan Laut AS telah ditembak jatuh oleh rudal darat Iran.

Namun, pejabat militer AS mengklaih bahwa pesawat tanpa awak mereka berada di wilayah udara internasional atas Selat Hormuz pada saat itu.

Sebagai tanggapan, Federal Aviation Administration (FAA) AS mengeluarkan perintah darurat pada Kamis malam yang melarang maskapai penerbangan AS beroperasi di daerah overwater, wilayah udara yang dikendalikan Theran.

Dikatakan ada “banyak pesawat penerbangan sipil yang beroperasi di daerah itu” pada saat pesawat AS ditembak jatuh. Maskapai penerbangan Belanda KLM dan Qantas of Australia juga mengatakan mereka akan mengubah rute penerbangan mereka untuk menghindari bagian-bagian Iran.