AQ, Kemampuan Adaptasi yang Menjadi Salah Satu Faktor Kesuksesan Dunia Kerja

112

Pekerjaan terus berubah dan untuk berhasil kamu harus berubah.

Kadang rasanya seperti kamu selalu dalam pelatihan. Kamu baru saja menguasai satu keterampilan, eh tiba-tiba teori baru muncul.

Perubahan teknologi yang cepat berarti pekerja harus terus belajar, sampai pada titik di mana kemampuan untuk beradaptasi – kemampuan adaptasi kamu (AQ) – menjadi faktor-X untuk kesuksesan karirmu.

Seperti yang Amy Edmondson dari Harvard Business School tunjukkan, apakah kamu “pimpinan perusahaan, konsultan, dokter, atau bekerja di salah satu pabrik mutakhir… kamu adalah pekerja yang memanfaatkan pengetahuan”.

Karena itu, kamu harus berkolaborasi dengan orang lain untuk menyelesaikan masalah dan “menyelesaikan pekerjaan yang terus berubah”.

Kabar baiknya adalah para ilmuwan sepakat bahwa AQ dapat dikembangkan. Teori U oleh Otto Scharmer dari Massachusetts Institute of Technology mengatakan bahwa ada tiga elemen yang dapat membantu membentuk kerangka berpikir:

Open Mind, sehingga tetap terbuka terhadap berbagai kemungkinan;

Open Heart, sehingga kamu bisa melihat situasi yang terjadi melalui mata orang lain;

Open Will, sehingga kamu bisa melepaskan identitas dan ego untuk menghadapi ketidaknyamanan di luar comfort zone.

Jadi, apakah kamu perlu menunjukkan AQ saat wawancara kerja?

Hal ini mungkin terlihat klise, tapi coba lihat kriteria pemilihan untuk program luar angkasa Mars One. Kemampuan beradaptasi adalah salah satu dari lima atribut penting bagi kandidat astronot.

Jadi, buat kamu yang susah beradaptasi, lakuin 3 poin di atas supaya kamu bisa sukses dalam karir.