Aplikasi Pintar Ini Mampu Memecahkan Solusi Retail

90

Tim pengembang lokal asal Jakarta, Smart Donkey, menciptakan sebuah aplikasi bernama SITI (Smart Retail for a Smarter Company) dengan memanfaatkan teknologi AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan) sebagai solusi bagi perusahaan retail untuk menggantikan kartu loyalti pelanggan.

Untuk diketahui, selama ini konsumen mempunyai bermacam-macam kartu pelanggan, baik itu dari restoran, pusat perbelanjaan, toko retail maupun pusat hiburan atau pusat kebugaran.

Untuk memudahkan konsumen, hanya dengan memindai wajah, informasi loyalti dan point rewardstermasuk transaksi pembayaran bisa dilakukan lewat aplikasi SITI.

“SITI merupakan evolusi dari teknologi yang bisa diadaptasi di retail dengan memanfaatkan AI. SITI bisa mengakomodir konsumen yang loyal, untuk mengambil data retail, sekaligus menghilangkan ketergantungan pada loyalty card atau Android apps,” kata Alvin Prayuda, salah satu tim Smart Donkey dalam keterangannya, Jumat (23/8).

Ia menyebut, membawa banyak kartu loyalti merupakan masalah yang cukup menjengkelkan bagi konsumen. Seperti membuat dompet penuh, kalau mau dapat poin harus bawa kartu, atau memperlihatkan aplikasi di smartphone, dan sebagainya.

“Dengan mengadaptasi facial recognition, kami mampu menghapus halangan tersebut. Konsumen tidak perlu menunjukkan kartu atau apps di smartphone, tapi informasi poin-poinnya sudah ada, cukup dengan memfoto bagian transaksi atau point of sales-nya,” kata Alvin menjelaskan.

Untuk mengembangkan aplikasi SITI tersebut, tim Smart Donkey memanfaatkan teknologi Amazon Recognition, AWS Lambda, Amazon Simple Storage Service (S3), Amazon DynamoDB, Amazon SageMaker, dan Amazon Kinesis Data Streams.

“Kami menilai layanan AWS cukup mudah digunakan. Mungkin terkesan kompleks untuk developeryang belum pernah menggunakan AWS. Namun ke depannya, lumayan mudah untuk diadopsi oleh startup-startup seperti kami,” kata Alvin.

Berkat aplikasi SITI, tim Smart Donkey berhasil memenangkan AWS Hackdays 2018 Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu.

AWS Hackdays adalah acara pendidikan dan hackathon tahunan yang diselenggarakan di enam negara di Asia Tenggara, sebagai arena kompetisi mengembangkan AI dan pembelajaran mesin (ML) berdasarkan solusi seputar tema transportasi, media dan hiburan, serta e-Commerce dan fintech.

“Kami mengucapkan selamat kepada Smart Donkey menjadi pemenang AWS Hackdays 2018 Indonesia dengan solusi mengesankan yang mereka bangun dalam waktu kurang dari 12 jam menggunakan Amazon Artificial Intelligence dan Amazon Machine Learning services. Melalui AWS Hackdays, kami bermaksud mengedukasi pengembang aplikasi di seluruh wilayah mengenai peluang untuk membangun solusi inovatif dengan AI dan ML,” kata Nick Walton, Managing Director untuk ASEAN, AWS.

Dengan memanfaatkan teknologi AWS, terutama Amazon SageMaker untuk membangun, melatih, dan menyebarkan model ML; Amazon Polly untuk membangun aplikasi speech-enabled; dan Amazon Lex untuk membuat chatbots, solusi ini dapat membantu berkontribusi bagi kemajuan wilayah Asia Tenggara, dan menginspirasi generasi pengembang berbakat berikutnya.

Sebagai pemenang AWS Hackdays 2018 dari Indonesia, Alvin dan tim-nya akan menjadi wakil dari Indonesia untuk bersaing dengan pemenang dari negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Mereka akan kembali bersaing di ajang AWS Hackdays Grand Finale 2018 di Jakarta, Indonesia pada 19-20 September 2018.

Selanjutnya, pemenang AWS Hackdays Grand Finale di Jakarta akan mendapat kesempatan untuk mengikuti AWS re:Invent 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat (termasuk transport, akomodasi, dan tiket re:Invent).

Sumber: liputan6.com