Anang Hermansyah: Pencipta Lagu Seharusnya Dapat Kontribusi Lebih

132

Anang Hermansyah musisi sekaligus pegiat ekonomi kreatif, menyuarakan terkait sektor musik yang di bawah Kadin. Memanfaatkan musik, tetapi pencipta tidak merasakan apa-apa.

Industri musik Indonesia memang masih menerapkan hak cipta dalam melakukan keamanan lagu yang diciptakan. Namun, dari sinilah pentingnya dorongan dari pelaku usaha. Terutama menegakkan hak cipta sekaligus royalti untuk pelaku industri musik dalam peran Kamar Dagang Industri (Kadin).

Dilansir dari kompas.com, “Kadin yang banyak tersebar di berbagai sektor yang memanfaatkan musik, mau tidak membayar royalti?” kata Anang dalam keterangan tertulis Dialog Nasional Ekonomi Kreatif.

Musisi asal Jember menambahkan, “Produk musik sudah dipakai ke berbagai penjuru, penyewa pariwisata semua hidup karena ada musik, tapi apa yang didapat oleh pencipta lagu?”

Dari data Badan Ekonomi Kreatif, mengungkapkan, sektor musik hanya berkontribusi dalam Produk Domestik Bruto hanya 0.48 persen.

“Beredar sektor yang menggunakan music, artinya musik Indonesia lemah sehingga banyak bocornya bahkan harusnya pendapat musik besar,” kata Anang.

Situasi ini harus melakukan penguatan terhadap Lembaga Kolektif Manajemen Nasional (LMKN) yang fungsinya seperti KPK yang bertugas mengerahkan royalti dengan standar Internasional.

“Saya berharap di periode kedua Pak Jokowi dapat mengangkat subsektor kreatif yang selama 5 tahun terakhir tidak sampai 1 persen,” kata musisi dan pegiat ekonomi kreatif itu.