Alat Kesehatan Spirometer

155

Apakah anda pernah mendengar tentang Spirometer, Mungkin tidak banyak orang yang mengenal alat ini bahkan cara menggunakanya. Namun bukan hal yang mustahil untuk mengenal alat ini, Spirometer adalah alat kesehatan khususnya untuk paru-paru. Alat ini memang sulit ditemukan, anda bisa menemukan alat ini ketika sedang bertemu dokter.

Spirometer adalah alat untuk mengukur untuk setiap aliran darah yang mengalir ke paru-paru. Alat ini akan mencatat udara menjadi sebuah grafik volume per waktu, beberapa macam kiasan seperti VT, VCI, VCE, VR, KV, dan KPT semua memiliki arti untuk membaca volume pada paru-paru.

Jika kalian ingin melihat volume sekaligus dinamika pada paru-paru anda, bisa melihat gambar dibawah ini:

Fungsi dari spirometer yang pertama adalah diagnostik, melakukan dianogse pada seseorang atau pasien yang dilihat paru-parunya.

  • Melakukan evaluasi pada hasil yang abnormal.
  • Mengukur efek udara yang ada di dalam paru-paru dan melihat efeknya.
  • Menyaring pasien atau individu yang memiliki resiko penyakit paru-paru.
  • Melakukan penilaian para resiko prabedah, serta menilai prognosis.
  • Melakukan penilaian kesehatan dengan beberapa aktivitas fisik.

Fungsi lainnya adalah monitoring

  • Melakukan evaluasi pada hasil yang abnormal.
  • Mengukur efek udara yang ada di dalam paru-paru dan melihat efeknya.
  • Menyaring pasien atau individu yang memiliki resiko penyakit paru-paru.
  • Melakukan penilaian para resiko prabedah, serta menilai prognosis.
  • Melakukan penilaian kesehatan dengan beberapa aktivitas fisik.

Fungsi terakhir melakukan evaluasi terhadap gangguan dalam paru-paru

  • Melakukan penilaian kepada pasien yang telah masuk ke dalam program rehabilitasi.
  • Melakukan penilaian resiko pada pasien yang nantinya akan dijadikan pertimbangan saat evaluasi asuransi.
  • Melakukan penilaian kepada individu tentunya dengan alasan yang legal atau resmi.

Fungsi-fungsi diatas memiliki keterkaitan erat dalam kesehatan masyarakat. Spirometer dapat membantu tim kesehatan melakukan survey epidemologi sekaligus membantu penelitian klinis dengan masyarakat.

Untuk kerja alat ini cukup mudah, namun digunakan untuk mengecek pasien individu. Spirometer digunakan untuk menganalisis penyakit kronis PPOK, perokok hingga asma.

Beberapa cara kerja alat Spirometer, memang cukup melewati proses panjang, seperti berikut:

  • Hal pertama persiapkan operator dan alat spirometer. Operator wajib memiliki pengetahuan melakukan intruksi kepada pasien. Sedangkan alatnya harus dilakukan pengecekan per seminggu sekali, dengan melakukan volume dan arus udaranya.
  •  Pasien membutuhkan persiapan yang cukup sebelum melakukan pemeriksaan. Subjek harus memiliki kenyamanan dan tentu tidak diperbolehkan untuk melakukan kebiasaan yang mengganggu pengecekan seperti contohnya merokok. Pasien dapat melakukan uji dengan spirometer dengan posisi berdiri ataupun duduk dengan pakaian yang tidak terlalu ketat, dan dalam suhu udara yang normal.

Prosedur Penggunaan Spirometer

Cara penggunaan spirometer ini mengacu pada prinsip kerja spirometer yang telah disepakati oleh para operator yang bertugas, berikut adalah usaha yang dilakukan :

  • Manuver KV. Pasien atau subjek menghirup udara agar masuk ke dalam paru-paru, setelah itu dikeluarkan dalam jumlah sebanyak mungkin tanpa paksaan apapun.
  • Manuver KVP. Pasien menghirup udara dan dikeluarkan secara menghentak. Apabila pasien merasa pusing, maka perhitungan alat atau manuver harus dihentikan.
  • Manuver VEP1. Pasien menarik nafas, namun udara yang dikeluarkan pertama kali adalah yang masuk dalam perhitungan.
  • Manuver APE. Pasien menarik nafas maksimal dan dikeluarkan secara maksimal pula dengan bibir yang dirapatkan.
  • Manuver MVV. Pasien harus menghirup udara dengan cepat, dalam waktu minimal 10 hingga 15 detik dengan menggunakan spirometer.

Cukup rumit memang prinsip kerja yang diberikan oleh alat spirometer, maka dari itu operator harus memberikan penjelasan dengan baik. Melalui langkah di atas, nantinya akan keluar hasil yang terdiri dari prediksi normal atau gangguan paru-paru dari subjek yang telah diteliti. Prediksi tersebut tentu saja disesuaikan dengan jenis kelami, usia, dan segala data yang dibutuhkan dalam melakukan diagnosa penyakit. Spirometer merupakan salah satu dari sekian banyak alat – alat kesehatan yang memiliki peranana penting dalam pendiagnosaan penyakit.