5 Alasan Hewan Melakukan Kanibalisme

129

Apa yang bisa lebih kejam daripada seorang ibu yang memakan bayinya sendiri?

Beruntung hal ini hanya umum terjadi pada hewan, bukan manusia.

Lalu mengapa beberapa hewan membunuh dan memakan anaknya sendiri?

Jawaban singkat

Para peneliti tidak tahu alasan pasti mengapa hewan kadang-kadang membunuh bayi mereka sendiri, tetapi secara umum diyakini bahwa hal tersebut dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi sang orangtua.

Hal ini membuat orangtua lebih menarik bagi calon pasangannya yang lain di masa depan dan membantu dalam menyingkirkan keturunan yang sakit atau terlalu lama untuk dewasa (agar resource tetap cukup).

Bahkan dalam beberapa kasus, hewan memakan telurnya sendiri untuk melindunginya dari pemangsa.

Pembunuhan Bayi dan Kanibalisme

Beberapa spesies hewan, termasuk tetapi tidak terbatas pada, hamster, babi, ular, burung, primata dan bahkan serangga, memiliki kecenderungan untuk membunuh dan kadang-kadang memakan semua atau beberapa bayi mereka sendiri.

Fenomena membunuh anak sendiri dikenal sebagai pembunuhan bayi (filial infanticide) dan jika orang tua memakan anak-anak mereka juga maka disebut kanibalisme anak.

Kedengarannya mengejutkan dan benar-benar mengerikan, membunuh bayi sendiri untuk mendapatkan keuntungan fisik dan ekologis, tetapi hal ini cukup umum di dunia hewan.

“Ini adalah salah satu aspek alam yang kurang menyenangkan, sesuatu yang tidak ingin dipikirkan manusia,” kata Douglas W. Mock, seorang profesor biologi di University of Oklahoma dan penulis buku tentang masalah ini.

Komodo melakukan kanibalisme

“Kita berasumsi bahwa spesies lain melihat keturunan dengan cara yang sama seperti kita.”

Melihat hal ini, kita bisa lihat beberapa hipotesis paling populer tentang mengapa hewan tertentu membunuh anak mereka.

Memenuhi Kebutuhan Energi dan Nutrisi

Ketika hewan betina melahirkan, mereka harus mulai menyusui dan merawat bayi mereka yang baru lahir – sesuatu yang hanya dapat mereka lakukan jika mereka sudah cukup gizi dan sehat.

Jadi, jika seorang ibu melahirkan empat anak, dua di antaranya terlalu lemah, tidak sehat atau cacat, maka sangat mungkin dia akan membunuh dan memakan anak yang lebih lemah.

Ini tidak hanya akan memberikan energi ibu dalam bentuk kalori, tetapi juga akan membuat dia memiliki lebih sedikit anak dapat disusui dengan lebih baik.

Memiliki Peluang Reproduksi yang Lebih Baik

Dalam beberapa spesies hewan, beberapa anak singa (jantan) dibunuh oleh pejantan lainnya dalam 1 kelompok (kelompok ini disebut “lion’s pride“) sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menjadi ayah bagi bayi baru dengan cara kawin dengan betina dalam kelompok tersebut.

Singa jantan cukup terkenal karena terlibat dalam pembunuhan bayi semacam ini.

Beruang dan bayinya yang cacat

Kelangsungan hidup anak singa (jantan) dalam lion’s pride tergantung sepenuhnya pada satu atau dua jantan dewasa yang menjadi bapak dari anak-anak ini.

Jika seekor singa jantan dewasa (pejantan yang berasal dari kelompok lain) mengalahkan atau entah bagaimana mengusir para ayah dari anak-anak ini, ia biasanya langsung membunuh anak-anak dari kelompok tersebut, terutama disusui oleh betina.

Akibatnya, singa betina menjadi subur kembali dan kawin dengan singa jantan yang membunuh anaknya.

Lumba-lumba hidung botol jantan melakukan hal yang hampir sama.

Jika dia melihat lumba-lumba betina yang tidak dikenal dengan seekor anaknya jantan, dia akan membunuhnya sesegera mungkin.

Menyingkirkan Keturunan yang Tidak Dewasa Dengan Cepat

Hipotesis lain mengapa hewan membunuh anak-anak mereka adalah bahwa mereka hanya menginginkan bayi mereka yang paling kuat untuk hidup dan meneruskan gen sehat mereka kepada generasi mendatang.

Untuk memastikan itu, makhluk tertentu membunuh bayi-bayi yang lama perkembangannya.

Pembunuhan selektif semacam ini menempatkan tekanan evolusi pada anak-anak mereka untuk berkembang menjadi dewasa yang sehat dengan cepat.

Mengurangi Persaingan Dalam Bayi Mereka

Meskipun pejantan lebih dikenal dalam membunuh anak-anak mereka dalam suatu kelompok, hewan betina juga memiliki sifat ini karena berbagai alasan.

Sebagai contoh, burung dan lebah yang hidup dalam sarang yang sama sering membunuh telur dari anak-anak betina tetangganya sehingga mengurangi kompetisi untuk mendapatkan sumber daya terbatas yang mereka miliki untuk telur mereka sendiri.

Beberapa ikan betina menyerang dan memakan telur di dalam sarang ikan jantan untuk meningkatkan peluang kawin mereka sendiri.

Katak betina mencoba memakan telur betina lainnya

Ini adalah beberapa hipotesis tentang mengapa mereka memakan bayi mereka sendiri.

Praktek yang terlihat kejam ini mengingatkan kita bahwa selalu ada alasan dibalik setiap aksi yang dilakukan mahluk hidup, meskipun terlihat kejam tetapi memiliki tujuan dan manfaat yang lebih baik dalam jangka panjang