10 Hal Tentang Kutu Kasur yang Perlu Kamu Tahu

116

Kutu kasur alias kutu busuk yang mempunya nama latin Cimex Lectularis adalah serangga berbentuk oval yang berukuran sekitar 1/8 inci.

Mereka tidak melompat atau terbang, melainkan merangkak. Mereka seperti vampir mini yang suka memakan darah manusia.

Banyak mitos yang orang percaya mengenai si kutu ini. Biar jadi lurus, nih 10 mitos tentang kutu kasur!

Bed Bug atau kutu kasur

1. Kutu Kasur Hanya Hidup di Ranjang

Beberapa orang berpikir bahwa kutu ini hanya hidup di ranjang atau di bawahnya seperti nama mereka.

Tapi bukan hanya tempat tidur yang mereka huni, mereka dapat tinggal di ruang atau celah kecil, di dalam papan, di celah-celah dinding, di celah-celah langit-langit, di furnitur dan laci, di kasur, di tirai dan linen, di bagasi dan ransel, dan bahkan di outlet listrik!

Namun, secara umum, mereka lebih suka tinggal dalam jarak 10 kaki dari manusia yang berada di dalam ruangan!

2. Kutu Kasur Dapat Terbang

Tidak, kutu kasur tidak dapat terbang. Kenapa? Soalnya mereka tidak memiliki sayap.

Sang kutu terlihat seolah-olah sedang terbang ketika ada angin kencang yang mungkin bisa berasal dari jendela atau kipas angin.

Mereka biasanya merangkak lumayan cepat, satu meter setiap menitnya.

3. Kutu Kasur Tidak Menggigit

Darah mamalia adalah sumber makanan utama mereka. Favoritnya? Darah manusia!

Ya, kutu kasur memang menggigit kita untuk menghisap darah kita, terutama ketika kita tidur nyenyak di malam hari.

4. Kutu Kasur Bisa Hidup Tanpa Makanan Selama Bertahun-tahun

Para ilmuwan dan ahli entomologi memperdebatkan bagaimana mereka menpertahankan kelangsungan hidup mereka dan bukti menunjukkan bahwa pada suhu kamar normal (sekitar 25 derajat Celcius), kutu kasur hanya dapat bertahan hidup tiga hingga empat bulan tanpa makan darah.

Namun, ingatlah perlu diketahui bahwa kutu kasur adalah makhluk berdarah dingin.

Ukuran tubuh kutu kasur

Ini berarti mereka dapat memperlambat metabolisme mereka di lingkungan yang lebih dingin, sehingga mereka dapat bertahan selama lebih dari empat bulan.

Tapi untuk satu tahun, berlebihan!

5. Kutu Kasur Dapat Menyebar Dalam Beberapa Minggu

Biasanya perlu beberapa bulan untuk kutu kasur menyebar ke kamar lain.

Faktanya, kutu kasur memiliki reproduksi yang lambat. Setiap betina dewasa hanya menghasilkan sekitar satu telur per hari.

Seekor lalat yang kita lihat setiap hari bertelur sekitar 500 butir dalam 3-5 hari.

Juga harus dicatat bahwa setiap telur kutu kasur membutuhkan waktu lebih dari satu minggu untuk menetas dan empat hingga enam minggu lagi untuk berkembang menjadi dewasa.

6. Kutu Kasur Lebih Memilih Lingkungan yang Tidak Higienis

Kutu kasur dapat tinggal dimana saja

Kutu kasur sebenarnya non-partisan, artinya mereka tidak membedakan antara si kaya dan si miskin!

Kutu ini sering ditemukan karena keluarga yang kurang mamput tidak mampu membayar perawatan pengendalian hama yang mahal.

Menurut ahli entomologi, setiap manusia yang menghuni suatu lokasi rentan terhadap kutu kasur.

7. Kutu Kasur Hanya Keluar Di Malam Hari atau Kondisi Gelap

Meskipun kutu ini pada umumnya aktif di malam hari (nokturnal), tapi ketika lapar melanda, mereka akan bangun dan bergerak mencari makanan.

Oh iya! Mereka juga tidak takut terhadap cahaya. Menyalakan lampu tidak menjamin bahwa kutu ini tidak akan mencari darahmu.

8. Kutu Kasur Menempel di Tubuh Kita

Yang ini salah besar! Kutu kasur memang akan merayap di tubuhmu untuk mencari makanan ketika mereka lapar, tetapi mereka tidak suka panas.

Kita adalah organisme berdarah panas, tubuh kita menghasilkan panas yang tidak disukai oleh kutu kasur. Jadi, kutu kasur tidak menempel pada kulit kita.

Kutu kasur di telapak tangan

Ketika mereka selesai ‘party‘, mereka akan bersembunyi ke tempat yang memiliki suhu yang lebih dingin.

Mereka akan bersembunyi ke barang-barang seperti koper, ransel, atau sepatu.

Dan karena bepergian makin mudah dengan teknologi modern, wajar kalau kutu kasur ada dimana-mana di bagian belahan dunia ini.

9. Kutu Kasur Menyebarkan Penyakit

Karena mereka menghisap darah, wajar kalau kita berasumsi bahwa kutu ini adalah vektor penyakit.

Namun, meskipun gigitannya dapat menyebabkan rasa gatal, cemas, dan sulit tidur, belum ada bukti bahwa kutu kasur menularkan penyakit ke manusia.

Tetapi mereka memiliki patogen manusia – setidaknya 27 virus, bakteri, dan protozoa yang diketahui menyebabkan penyakit.

Meskipun telah diketahui bahwa mikroba ini tidak bereproduksi atau berkembang biak di dalam serangga.

10. Pestisida Dapat Dengan Mudah Menghentikan Pembiakan Kutu Kasur

Nah, kalau kamu pikir dengan menggunakan bahan kimia bebas seperti piretroid (pestisida) dan menyemprotkannya ke tempat tinggal si kutu kasur, kamu salah!

Banyak penelitian yang telah menemukan bahwa hama kecil ini secara genetik memodifikasi diri mereka untuk melindungi terhadap sejumlah pestisida yang berbeda.

Jadi, murni mengandalkan bahan kimia mungkin tidak akan mencapai hasil yang kamu mau.

Para ahli percaya bahwa pengasapan, di samping penggunaan pestisida adalah wajib untuk menghentikan pembiakan kutu kasur.